Lingga: Kan tadi bahasanya efisiensi. Kalau efiensi fakultas, uang yang digunakan fakultas itu, kan uang anggaran. Artinya uang negara di situ. Iya kan?
Suripto: Iya.
Lingga: Artinya, kalau uang negara bisa diefisiensi bagus. Baliknya ya ke negara lagi. Bukan ke pak rektor. Begitu? Yang mengaku salah tadi?
Suripto: Ya, iya yang mulia.
Baca juga: Persidangan Korupsi Unila Diwarnai Cekcok Mulut Antara JPU KPK dan Lingga Setiawan
Lingga: Makanya jangan ngaku salah dulu. Kita perjelas dulu, apa bagaimana kedudukannya, baru mengaku salah.
Dilanjutkan sama pak Jaksa, silakan. Tadi sudah jelas itu uangnya dari mana.
Dian: Siap yang mulia.
Dian: Saya mau tanya, yang THR akhir tahun dan LNC. Ini inisiatif dari saksi atau ada permintaan dari pak rektor?
Suripto: Ya inisiatif saya, saya sebagai warga Nahdliyin juga harus punya kontribusi.
Baca juga: Persidangan Korupsi Unila Bahas Anak Dari Mantan Bupati Lampung Utara Zainal Abidin
Dian: Untuk LNC oke lah. Untuk akhir tahun dan THR itu? Inisiatif dari saksi atau inisiatif dari para dekan yang lain sepakat, atau ada?
Suripto: Tidak, tidak. Tidak ada kesepakatan.






