Sabet Perak Vietnam Jalur Mandiri, Aurel Bikin KONI Lampung Rombak Total Seleksi FORKI

Sabet Perak Vietnam Jalur Mandiri, Aurel Bikin KONI Lampung Rombak Total Seleksi FORKI
Tiba di Tanah Air usai sabet perak di Vietnam lewat biaya sendiri, karateka muda Aurel disambut hangat oleh otoritas olahraga daerah. Evaluasi besar dan perombakan sistem seleksi atlet FORKI Lampung siap dilakukan. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Prestasi Aurel di ajang Southeast Asian Karate Championship 2026 membuka mata banyak pihak.

Turun bertanding mengandalkan biaya pribadi alias jalur mandiri, karateka muda tersebut justru sukses membawa pulang medali perak dari Vietnam.

Buntut dari torehan tak terduga tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung langsung mengambil langkah.

Birokrasi dan sistem seleksi pembinaan karate di daerah dipastikan bakal dirombak total.

Sebelumnya, kedatangan Aurel di Bandara Radin Inten, Lampung Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026, disambut langsung oleh Kabid Binpres KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti.

Kehadiran perwakilan otoritas olahraga itu rupanya bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan sinyal dimulainya evaluasi besar-besaran terhadap Pengurus Provinsi (Pengprov) FORKI Lampung.

Perjuangan sang atlet merebut takhta juara kedua di level Asia Tenggara memang patut diacungi jempol.

Bermodal dukungan moril dan materiil dari keluarga serta pelatih perguruannya, mental Aurel benar-benar diuji saat harus meladeni perlawanan sengit di atas tatami.

“Pertama saya berhadapan dengan atlet Filipina. Masuk pertandingan kedua, lawannya tuan rumah (Vietnam).

“Begitu juga pas di babak final, lawannya dari tuan rumah lagi,” tutur Aurel menceritakan.

Realitas bahwa ada aset daerah yang lolos dari pantauan sistem pembinaan hingga harus berangkat merogoh kocek sendiri, membuat KONI bereaksi keras.

Selama bertahun-tahun, otoritas olahraga hanya menerima matang nama-nama yang disodorkan oleh pihak Pengprov.

Skema lawas tersebut kini dinilai usang dan rawan menenggelamkan bibit-bibit unggul.

Ke depan, KONI berencana memotong kompas birokrasi dengan bergerak lebih proaktif.

Proses penyaringan atlet tidak lagi sekadar menunggu daftar dari FORKI, tetapi akan langsung menginventarisasi talenta-talenta terbaik dari setiap perguruan karate yang ada.

Setiap perguruan berhak mengirimkan jagoan mereka untuk digembleng dan diseleksi langsung di tingkat provinsi.

“Artinya, sistem seleksi nanti kita ubah. Kami ingin mendapatkan data yang benar-benar objektif, memastikan atlet tersebut memang punya potensi serta kemampuan membawa nama harum daerah, baik di kancah nasional maupun internasional,” tegas Kabid Binpres KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti.

Sebagai ganjaran atas kerja kerasnya, nama Aurel dipastikan langsung masuk ke dalam radar pembinaan utama KONI Lampung.

Ia diproyeksikan masuk dalam kerangka tim persiapan jangka panjang menuju kualifikasi hingga putaran final Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

Di luar perombakan sistem, pihak KONI juga secara khusus angkat topi atas dedikasi orang tua dan jajaran pelatih.

Tanpa dorongan kuat dari lingkar terdekat sang atlet, medali perak level internasional tersebut mungkin tak akan pernah mendarat di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai.