Sempat Hemat Rp3 Triliun Saat Libur, Makan Bergizi Gratis Tancap Gas Lagi di Sekolah

Sempat Hemat Rp3 Triliun Saat Libur, Makan Bergizi Gratis Tancap Gas Lagi di Sekolah
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersiap mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyambut hari pertama sekolah. Foto: Arsip Wiki/Kirka/I

Kirka – Mulai hari ini Senin, 13 Juli 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menyalurkan kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke berbagai satuan pendidikan di penjuru daerah seiring dengan mulainya tahun ajaran baru.

Penyaluran serentak pada hari pertama masuk sekolah tersebut dipastikan sudah melewati tahap kontrol kualitas.

Berdasarkan keterangan tertulis lembaga, seluruh elemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah merampungkan persiapan operasional demi menjamin mutu sajian yang akan diterima peserta didik.

“Seluruh SPPG telah melakukan berbagai persiapan agar operasional berjalan aman, lancar, dan tetap menjaga kualitas di setiap porsi yang disajikan,” tulis manajemen BGN melalui akun resminya, Senin, 13 Juli 2026.

Pihak lembaga juga menyampaikan antusiasmenya menyambut rutinitas belajar mengajar yang kembali bergulir.

Mereka berharap asupan bergizi tersebut mampu mendongkrak semangat peserta didik di hari pertama kembali ke kelas.

“Kami siap menyambut senyum dan semangat para siswa. Sampai jumpa di sekolah, dan selamat menikmati Makan Bergizi Gratis,” tambah keterangan resmi tersebut.

Efisiensi Anggaran

Beroperasinya kembali dapur-dapur SPPG sekaligus menandai berakhirnya masa jeda layanan yang diberlakukan selama masa libur kenaikan kelas.

Langkah penghentian sementara kemarin rupanya membawa dampak positif bagi postur keuangan negara.

Dari kebijakan penundaan distribusi selama murid tidak berada di sekolah, pemerintah berhasil mencatatkan efisiensi anggaran hingga lebih dari Rp3 triliun.

Penghentian sementara operasional program bukan tanpa landasan hukum.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa jeda distribusi selama masa libur telah diatur secara resmi melalui Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026.

Aturan tersebut sengaja dirancang untuk menyesuaikan ritme kerja dapur gizi dengan kalender akademik pendidikan.

“Pada 17 Juni lalu, BGN menerbitkan SE tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur.

“Keputusan diambil dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026,” terang perempuan yang akrab disapa Sari tersebut saat memberikan pemaparan di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kini, dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar secara penuh, jutaan porsi makanan siap kembali mendarat di meja-meja sekolah untuk memastikan kebutuhan gizi anak Indonesia tetap terpenuhi.