Kirka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mematangkan persiapan program hilirisasi sektor pertanian daerah.
Pada Selasa, 23 Juni 2026, tim gabungan turun langsung ke Kabupaten Mesuji guna melakukan verifikasi faktual lapangan terhadap para calon penerima bantuan mesin pengering hasil panen atau bed dryer untuk Tahun Anggaran 2027.
Kepala Disperindag Lampung, M. Zimmi Skill, memimpin langsung jalannya peninjauan.
Ia didampingi Tim Percepatan Pembangunan yang terdiri dari Ardiansyah, Mahendra Utama, dan Robby Herdian, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Industri sekaligus Tenaga Ahli Perindustrian, Aswin Tama.
Kehadiran jajaran pejabat provinsi tersebut bertujuan memastikan kesiapan fasilitas dan kelayakan sumber daya manusia di tingkat Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan mengelola fasilitas pengeringan.
Guna memaksimalkan jangkauan pemeriksaan, rombongan dibagi menjadi dua regu kerja.
Tim pertama menyasar kawasan Panggung Jaya, Telego Joyo, Sidang Way Puji, dan Sungai Buaya.
Sementara regu kedua meninjau kesiapan sarana di wilayah Adi Luhur, Tanjung Serayan, Pangkal Mas, Mesuji Timur, Dwi Karya Mustika, serta Tanjung Mas Rejo.
Pada tahun depan, pemerintah daerah berencana menghibahkan total 200 unit bed dryer kepada masyarakat petani.
Kebijakan strategis tersebut merupakan realisasi dari instruksi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang memprioritaskan peningkatan kualitas mutu pascapanen.
Secara teknis, sarana berteknologi blower mampu mengedarkan uap panas secara optimal sehingga kadar air gabah dapat ditekan secara signifikan hingga mencapai angka ideal 12-14 persen sesuai standar industri pangan.
Penggunaan teknologi modern sangat penting mengingat metode pengeringan konvensional kerap memicu kehilangan hasil panen hingga kisaran 10-15 persen, terutama saat cuaca buruk melanda.
Transisi menuju mekanisasi diyakini langsung memangkas kerugian produksi sekaligus mengerek daya saing produk di pasaran.
Ketua BUMDes Gemilang, Tito Sudiro, menyambut positif upaya nyata pemerintah daerah dalam mendongkrak taraf hidup masyarakat pedesaan.
“Dulu petani hanya mengandalkan jemur lantai untuk mengeringkan gabah, sekarang dengan bed dryer dari Pak Gubernur pendapatan meningkat.
“Gabah yang tadinya memerlukan waktu lama dan bergantung pada cuaca, kini dapat dikeringkan secara cepat dan efisien,” ungkap Tito.
Gebrakan pengadaan mekanisasi pertanian selaras dengan Asta Cita Misi ke-5 usungan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada keberlanjutan hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Target utamanya adalah mendongkrak nilai tambah produk lokal serta memangkas ketergantungan ekspor bahan mentah.
Lewat implementasi teori agro industri pedesaan, sentuhan teknologi tepat guna di tingkat hulu terbukti efektif membebaskan petani dari belenggu alam.
Langkah tersebut tidak sekadar mendistribusikan bantuan alat, melainkan sebuah bentuk investasi jangka panjang untuk mewujudkan ekonomi Lampung yang maju dan mandiri.






