Kirka – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung bersama 15 dinas perdagangan tingkat kabupaten/kota menyelenggarakan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar.
Operasi pasar murah berskala masif yang berlangsung sepanjang Juni 2026 menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus menstabilkan harga bahan pokok.
Kepala Disperindag Provinsi Lampung, Zimmi Skil, menegaskan bahwa langkah intervensi pasar secara langsung dirancang untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan.
“Kami berupaya memotong rantai distribusi agar harga kebutuhan pokok kembali stabil.
“Program serentak yang menyasar pasar tradisional secara luas merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memproteksi ekonomi warga,” ungkap Zimmi Skil, Sabtu, 6 Juni 2026.
Zimmi menambahkan, pergerakan serentak tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, selaku Ketua Umum Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Sekdaprov Marindo Kurniawan sebagai Ketua Harian TPID.
“Kami terus mengoordinasikan seluruh jajaran dinas perdagangan di daerah.
“Dukungan positif dari setiap TPID tingkat kabupaten dan kota sangat krusial agar eksekusi stabilisasi harga berjalan maksimal,” paparnya.
Fokus penetrasi pasar memprioritaskan tiga komoditas utama penyumbang fluktuasi inflasi, yakni Minyakita, Gula Pasir, dan Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Pendistribusian menyasar puluhan titik yang tersebar di seluruh wilayah, dengan rincian:
- Bandarlampung (12 Titik): Pasar Koga, Way Halim, Panjang, Gintung, Rajabasa, Raya Lebak Budi, Pulau Pasaran, Untung Suropati, Way Kandis, Kemiling, dan Korpri.
- Masing-masing 6 Titik: Kabupaten Tanggamus, Mesuji, Lampung Utara, Lampung Barat, Pringsewu, Lampung Tengah, Pesawaran, Waykanan, Tulang Bawang, serta Pesisir Barat (termasuk kawasan Festival Teluk Stabas).
- 4 Titik: Tulangbawang Barat.
- Masing-masing 3 Titik: Lampung Selatan, Kota Metro, dan Lampung Timur.
Menutup penjelasannya, Zimmi mengapresiasi kerja keras berbagai pihak dan menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Bulog Wilayah Lampung, para Ketua TPID di 15 daerah, serta jajaran Kepala Dinas Perdagangan yang telah bersinergi penuh mengamankan pasokan pangan di Provinsi Lampung.






