Kirka – Klub Atletik IGATC (Intan Group Athletics Training Center) Lampung mulai memfokuskan persiapan para atletnya untuk menembus limit kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Sejak resmi terbentuk pada April 2026 lalu, klub ini langsung menyusun kalender kompetisi untuk menguji kemampuan atlet di berbagai ajang tingkat nasional.
Sekretaris IGATC Lampung, Andre Hari Wibowo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan evaluasi atlet.
Langkah pertama yang dilakukan adalah menerjunkan skuad IGATC pada kejuaraan Jatim Open.
“Setelah terbentuk, kami langsung ikut Jatim Open.
“Kemudian, kami juga sudah menyusun timeline kegiatan secara padat sampai Desember mendatang,” ujar Andre, Senin, 11 Mei 2026.
Sesuai kalender kompetisi, agenda terdekat IGATC adalah mengikutsertakan atlet muda pada ajang DKI Open di bulan Mei 2026.
Selanjutnya, perwakilan klub akan diturunkan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 pada bulan Juni.
Fokus uji coba berlanjut pada ajang Jateng Open di bulan Juli.
Pada kompetisi ini, IGATC akan menurunkan skuad penuh yang diperkuat barisan atlet senior, termasuk spesialis nomor lempar cakram dan lontar martil.
Andre menjelaskan, rangkaian partisipasi lintas provinsi ini dikhususkan agar para atlet senior mampu mencapai standar waktu atau jarak (limit) PON.
Ia menegaskan, perolehan medali emas di tingkat daerah tidak menjadi jaminan atlet dapat berlaga di PON.
“Kalau atletik itu sistemnya pakai limit. Juara satu pun belum tentu lolos PON kalau limitnya tidak masuk,” tegas Andre.
Sebagai gambaran, regulasi sebelumnya menetapkan limit waktu 10,7 detik untuk nomor lari cepat 100 meter.
Sementara untuk nomor lontar martil, atlet diwajibkan mencatat lemparan sejauh 49 meter agar memenuhi kualifikasi.
Selain berfokus pada jadwal kejuaraan, IGATC Lampung juga merancang program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program pelatihan khusus pelatih dijadwalkan berlangsung pada Oktober, dilanjutkan dengan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung pada November 2026.
Pembina IGATC, Jeremy Gozal, menambahkan bahwa klub ini dirancang sebagai wadah pembinaan awal bagi talenta atletik lokal.
Pihaknya bertekad menyuplai bibit unggul untuk dibina lebih lanjut oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Lampung.
“Klub ini murni hadir sebagai tempat pembinaan awal.
“Nantinya, pihak PASI yang akan memantau langsung perkembangan atlet untuk kemudian dipanggil memperkuat kontingen Lampung di kancah nasional,” kata Jeremy.
Menutup kalender tahun 2026, sejumlah atlet senior IGATC juga diproyeksikan untuk tampil di tingkat internasional.
Mereka ditargetkan masuk dalam skuad Indonesia yang akan berlaga di ajang ASEAN University Games (AUG) di Malaysia pada akhir tahun nanti.






