Kirka – Delapan tahun tanpa sekeping medali dari arena Pekan Olahraga Nasional (PON) memacu Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Lampung membongkar total strategi pembinaan.
Di bawah komando baru Ali Hanafiah, target rasional dipatok, tembus kualifikasi Pra-PON 2028 secara masif.
Persaingan kelas senior semakin ketat menyusul perubahan sistem pemusatan latihan nasional.
Ali menyadari peluang mendulang prestasi harus diawali dengan mengamankan tiket keberangkatan sebanyak mungkin.
“Target kita bertahap. Pertama, lolos Pra-PON sebanyak-banyaknya.
“Setelah kuota aman, baru kita rancang skema perolehan medali untuk memutus puasa sejak 2016,” ujar Ali Hanafiah, Selasa, 21 April 2026.
Gebrakan awal langsung dieksekusi pasca pelantikan pengurus.
Kalender kejuaraan dihidupkan kembali melalui sinkronisasi Rapat Kerja Provinsi.
Pertengahan Mei mendatang, Gubernur Cup seri kedua siap digelar pada tanggal 14 hingga 16.
Dua bulan berselang, giliran arena lokal menjamu petarung luar daerah melalui gelaran Indonesia Series.
Bersamaan dengan pembenahan jadwal kompetisi, mesin regenerasi mulai dipanaskan.
Pengprov TI baru saja memberangkatkan 13 taekwondoin belia menuju Kejuaraan Nasional kategori U-13 dan Kadet Junior.
Belasan atlet sengaja diterjunkan ke arena nasional murni untuk mengasah jam terbang dan mental bertanding.
Pengiriman kontingen usia dini punya proyeksi pasti ke depan.
Barisan petarung muda disiapkan memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung kekuatan daerah saat berstatus tuan rumah PON 2032 kelak.
“Mereka bibit potensial yang sudah ditempa pelatih.
“Harapan kita, barisan anak muda kelak yang akan mengharumkan nama daerah pada 2032 nanti.
“Kita persiapkan mereka sangat serius dari sekarang,” pungkas Ali.






