Venue Aman, Lampung-Banten Tinggal Berbagi “Kue” Cabang Olahraga PON 2032

Venue Aman, Lampung-Banten Tinggal Berbagi "Kue" Cabang Olahraga PON 2032
Peninjauan Venue PON 2032 Lampung. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Peluang Provinsi Lampung menjadi panggung utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 terbuka lebar.

Hasil verifikasi awal dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menunjukkan mayoritas fasilitas olahraga di Bumi Ruwa Jurai berstatus layak pakai.

Pekerjaan rumah terbesarnya sekarang tinggal merembukkan pembagian jatah cabang olahraga bersama Banten selaku rekan duet tuan rumah.

Sinyal positif tersebut terlontar langsung dari Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Tuan Rumah PON, Mayjen TNI (Purn) Suwarno.

Usai memutari area Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, ia menilai kondisi lapangan sangat memadai.

Bahkan, arena tersebut punya prospek besar untuk menggelar pertandingan sepak bola putri.

“Stadionnya cukup bagus. Silakan saja nanti dikomunikasikan terus dengan Banten supaya pembagian venuenya pas dan perhelatan berjalan sukses,” ujar Suwarno, dilansir pada Kamis, 16 April 2026.

Menurutnya, KONI Pusat tidak pernah mematok aturan baku mengenai lokasi spesifik suatu pertandingan.

Patokan utamanya sekadar pemenuhan standar kelayakan dan jaminan kelancaran teknis di lapangan.

Sebagai contoh, pada cabang olahraga udara di bawah naungan FASI.

Apabila kontur wilayah Lampung kurang mendukung untuk nomor tertentu, Banten bisa mengambil peran tersebut.

Suwarno meminta kedua daerah duduk bersama mencari jalan tengah terbaik karena waktu persiapan masih membentang panjang.

Purnawirawan bintang dua tersebut mengingatkan bahwa status tuan rumah bersama berarti menanggung beban dan kesuksesan yang sama.

Tujuannya satu, mewujudkan prestasi penyelenggaraan tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.

Penilaian memuaskan juga berlaku untuk sarana penunjang lain yang sempat ditinjau oleh tim verifikasi.

GOR Sumpah Pemuda, misalnya, dinilai mumpuni untuk menampung pergelaran senam.

Begitu pula GOR Siger Bandarlampung yang lolos pantauan awal, meski masih butuh beberapa polesan dan perbaikan lanjutan agar sesuai standar nasional.

Ke depan, Suwarno menitipkan pesan khusus kepada pemerintah daerah setempat.

“Satu sisi perhatikan sarana prasarananya, di sisi lain persiapkan juga kontingen dengan baik. Keduanya harus berjalan beriringan,” pungkasnya.