Bukan Sekadar Banting Kartu, Atlet Domino Lampung Incar Tiket Nasional

Bukan Sekadar Banting Kartu, Atlet Domino Lampung Incar Tiket Nasional
Para master domino Lampung panaskan persaingan di meja Kejurprov ORADO 2026. Ajang berebut Piala Gubernur Lampung menjadi panggung seleksi ketat untuk menyaring atlet berprestasi menuju kancah nasional. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Ajang unjuk gigi para jagoan domino resmi ditabuh.

Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Lampung 2026 merubah citra permainan santai menjadi gerbang utama seleksi atlet menuju kejuaraan tingkat nasional.

Gelaran perebutan Piala Gubernur mempertandingkan utusan dari enam kabupaten dan kota.

Seluruh peserta merupakan hasil saringan ketat dari kompetisi tingkat daerah masing-masing.

Hingga kini, kepengurusan ORADO telah berdiri tegak di 10 wilayah se-Provinsi Lampung.

Ketua Pengprov ORADO Lampung, Budhi Darmawan, menegaskan kompetisi memikul misi penjaringan.

Pihaknya mencari perwakilan tangguh bermental juara untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Budhi menaruh harapan besar agar kompetisi tingkat provinsi mampu melahirkan atlet terbaik demi membawa nama Lampung di kancah nasional.

Fokus federasi ternyata menjangkau jauh ke depan.

Pengurus menargetkan pembinaan usia dini lewat rencana penyelenggaraan turnamen kelompok umur di bawah 17 tahun untuk mencetak bibit-bibit baru secara berkesinambungan.

Langkah federasi mendapat dukungan penuh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung.

Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, mewakili Gubernur, melihat dimensi lain dari olahraga asah otak.

Menurutnya, kompetisi sukses menjadi sarana pembangunan sumber daya manusia yang memadukan ketajaman berpikir dan pengendalian emosi.

“Kita ingin masyarakat Lampung sehat, aktif, dan memiliki ruang untuk berkembang sesuai minat dan potensinya, termasuk melalui olahraga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti domino,” ungkap Descatama, Sabtu, 18 April 2026.

Pemerintah menaruh harapan agar terbangun ekosistem keolahragaan yang mapan.

Para peserta diminta tetap menjaga marwah sportivitas selama adu strategi di atas meja pertandingan.

“Kemenangan memang penting, tetapi pengalaman dan kebersamaan juga memiliki nilai yang besar,” pungkasnya.