Senjata Baru Wushu Lampung, Dua Juara Dunia Disiapkan Tembus PON NTB-NTT

Senjata Baru Wushu Lampung, Dua Juara Dunia Disiapkan Tembus PON NTB-NTT
Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat (kanan), didampingi Ketua Umum Pengprov WI Lampung, Indra Halim (kiri), saat menerima audiensi pengurus wushu. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Lampung memproyeksikan dua atlet muda peraih medali internasional sebagai ujung tombak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mendatang.

Rencana tersebut terungkap saat jajaran pengurus beraudiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor KONI setempat, Pengprov WI turut menghadirkan dua bintang muda kebanggaan daerah, Gavriel Bryan Wijaya dan Terfi Meisea.

Keduanya memiliki rekam jejak mentereng di kancah global.

Gavriel sukses memborong medali emas kategori Chang Quan dan Dao Shu pada ajang 14th ASEAN Schools Games 2025 di Brunei Darussalam.

Menyusul torehan prestasi tersebut, Terfi menyabet emas nomor Qiangshu Junior C serta perak Jianshu Junior C pada 10th World Junior Wushu Championship di Tianjin, China, Maret lalu.

Merespons pencapaian membanggakan dari kedua atlet, Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat menegaskan bahwa keberhasilan menembus panggung dunia menjadi bukti nyata potensi besar bibit lokal daerah.

Menurutnya, torehan medali mutlak dikawal lewat pembinaan berkelanjutan.

“Prestasi memukau harus menjadi perhatian semua pihak, mulai dari orang tua, pelatih, hingga pengurus cabang olahraga.

“Menjaga sekaligus membina atlet sejak usia dini merupakan kunci utama menciptakan regenerasi solid,” tegas Taufik.

Sejalan dengan arahan KONI, Ketua Umum Pengprov WI Lampung Indra Halim meyakini kedua atlet remajanya merupakan aset berharga jangka panjang.

Pria yang akrab disapa Koh Abun menargetkan program latihan konsisten selama enam hingga tujuh tahun ke depan akan membawa mental serta teknik bertanding mereka mencapai masa keemasan saat turun di level senior.

“Mereka berdua adalah modal besar daerah. Proyeksi puncaknya tentu bersinar di ajang besar seperti PON NTB-NTT.

“Kami menaruh harapan besar pada dukungan penuh KONI agar program pembinaan semakin terarah dan capaian medali terus meningkat,” kata Koh Abun.

Selain fokus mematangkan skuad nasional, Pengprov WI juga memastikan kompetisi lokal tetap bergulir sesuai kalender olahraga.

Pematangan agenda terdekat, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung, diklaim sudah rampung.

Pesta olahraga daerah kelak diikuti kontingen dari 10 kabupaten/kota yang siap bersaing ketat memperebutkan takhta juara pada nomor Taolu (seni jurus) dan Sanda (pertarungan bebas).