Kirka – Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Lampung resmi memulai pemusatan latihan perdana pada Selasa, 11 Agustus 2026 malam di Bandarlampung.
Agenda pembuka tidak cuma mematangkan kerangka tim, melainkan menjadi pintu masuk bagi olahragawan beda disiplin untuk beralih jalur mengejar prestasi.
Kepala Pelatih ABTI Lampung, Samsul Ma’arif Ohorella, memimpin langsung sesi malam itu dengan fokus utama pembenahan fondasi bermain.
Seluruh peserta mendapat porsi pembekalan fundamental secara intensif sebelum melangkah ke tahap skema pola penyerangan maupun pertahanan.
“Alhamdulillah progres awal berjalan baik. Kami perkuat dulu penguasaan teknik dasar, baru berlanjut ke pemantapan catching, passing, serta shooting.
“Targetnya porsi latihan akan terus dinaikkan secara bertahap setiap hari,” kata Samsul, dilansir pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Antusiasme atlet terlihat jelas dari membludaknya perwakilan berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
Di antara deretan peserta yang hadir, tampak sejumlah wajah yang sebelumnya menggeluti cabang olahraga berbeda turut bergabung mengikuti instruksi pelatih.
Merespons membaurnya pemain beda latar belakang, Samsul memandangnya sebagai amunisi tambahan bagi skuad daerah.
Ia menyadari Bumi Ruwa Jurai memiliki stok bakat melimpah yang terkadang kehabisan panggung kompetisi atau layu sebelum berkembang di tempat lamanya.
Kebuntuan pembinaan itulah yang coba dijawab oleh pihak asosiasi dengan membuka seleksi secara inklusif.
“Banyak sekali potensi mumpuni untuk digali, termasuk dari cabang yang mungkin sudah stagnan atau atletnya kurang produktif lagi.
“Di bola tangan, kesempatan mereka membuktikan diri dan meraih prestasi yang sempat tertunda sangat terbuka lebar,” tegasnya.






