Kirka – Aksi nyata jajaran Pengurus Provinsi Karang Taruna (PPKT) Lampung di titik-titik krisis bencana mendapat apresiasi dari tingkat nasional.
Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) G. Budisatrio Djiwandono secara khusus memuji keberanian pemuda di wilayah ujung selatan Sumatera lantaran aktif memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Way Kambas serta turun saat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pengakuan tingkat pusat terucap melalui dialog virtual peringatan HUT ke-60 Karang Taruna, Sabtu, 26 September 2026.
Budi Djiwandono menyampaikan rasa bangganya melihat militansi kepengurusan daerah merangsek ke akar rumput tepat saat masyarakat membutuhkan bantuan.
“Saya sangat mengapresiasi Karang Taruna Lampung yang hadir langsung dengan berbagai kegiatannya di saat bencana abu vulkanik dan karhutla,” kata Budi menyapa Ketua PPKT Lampung Wahrul Fauzi Silalahi beserta jajarannya.
Mendapat arahan dan dukungan penuh, Wahrul melaporkan dinamika pergerakan pasukannya.
Ia menegaskan urusan administratif kepengurusan yang belum dilantik sama sekali tidak menyurutkan langkah relawan untuk terus bekerja melayani masyarakat daerah.
“Lapor Ketum yang kami banggakan. Karang Taruna Lampung tegak lurus menjalankan program-program yang berkaitan dengan masyarakat langsung sesuai arahan Ketum.
“Sehingga organisasi semakin bersatu, berbuat, dan berdampak,” tegas Wahrul.
Manuver sosial pergerakan pemuda tidak sebatas berfokus pada operasi tanggap darurat pasca kejadian.
Wahrul memastikan jajarannya tetap konsisten menggarap program pemberdayaan, seperti peningkatan literasi keuangan, hingga rutin mendistribusikan pasokan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan panjang.
Ke depan, paradigma pergerakan organisasi akan bergeser memperkuat strategi pencegahan sejak dini.
Seluruh elemen relawan siap dilibatkan penuh melakukan aksi mitigasi guna menekan potensi kerusakan lingkungan.
“Kami siap menjalankan perintah Ketum Budi Djiwandono agar organisasi ke depan terlibat juga dalam mitigasi atau pencegahan bencana, utamanya karhutla,” pungkasnya.






