Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandar Lampung menurunkan kekuatan penuh sebanyak 792 personel pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026.
Rombongan besar kontingen terdiri dari 631 atlet serta 161 pelatih dan ofisial yang siap berlaga di seluruh 32 cabang olahraga (cabor).
Kesiapan ratusan atlet bersama tim pelatih dipastikan usai jajaran pengurus menggelar rapat evaluasi pemusatan latihan atau Training Center (TC) di GOR Siger Bandar Lampung, Jumat, 30 Oktober kemarin.
Sebelumnya, seluruh atlet telah menjalani tempaan fisik maupun teknik selama sebulan penuh terhitung sejak awal Oktober 2026.
Sekretaris Umum KONI Kota Bandar Lampung, Rahmudin H.S., S.H., mewakili Ketua Umum Eva Dwiana, mengatakan bahwa evaluasi TC menjadi tahapan pemeriksaan akhir sebelum kontingen dilepas secara resmi menuju arena kejuaraan.
“Kami baru saja merampungkan rapat evaluasi pelaksanaan TC yang berjalan hampir satu bulan sejak awal Oktober.
“Evaluasi sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang pelepasan kontingen oleh Wali Kota Bandar Lampung,” kata Rahmudin, dikutip pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Keikutsertaan penuh pada 32 cabor menjadi langkah nyata Bandar Lampung dalam menjaga peluang perolehan medali di setiap nomor pertandingan.
Kehadiran 161 pelatih dan ofisial disiapkan guna mengawal performa 631 atlet agar tampil prima sepanjang kompetisi.
“Secara keseluruhan, Bandar Lampung mengirimkan 631 atlet dengan didampingi 161 pelatih serta ofisial untuk mengikuti seluruh 32 cabor yang dipertandingkan.
“KONI Bandar Lampung menargetkan hasil terbaik pada Porprov Lampung 2026 melalui penampilan maksimal para atlet di setiap cabor,” ujar Rahmudin.
Selain kesiapan teknis dan fisik di lapangan, ketertiban administrasi atlet turut menjadi perhatian pengurus.
Menyikapi perpindahan atau mutasi atlet antar kabupaten/kota menjelang Porprov 2026, KONI Bandar Lampung memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan resmi.
“Terkait mutasi atlet antar kabupaten/kota, KONI Bandar Lampung mengikuti regulasi yang telah ditetapkan KONI Provinsi Lampung.
“Proses perpindahan dilakukan berdasarkan permohonan atlet melalui cabang olahraga masing-masing dan dilengkapi rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Rahmudin.






