Kirka – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026 memperpanjang batas akhir pendaftaran atlet hingga Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.
Keputusan lahir setelah sembilan kabupaten dan kota meminta tambahan waktu guna membereskan masalah administrasi, mulai dari syarat mutasi hingga ketidakcocokan data kependudukan.
Ketua Bidang Pendaftaran dan Keabsahan Porprov Lampung 2026, Sri Sulastuti, mengungkapkan kendala paling dominan berakar dari dokumen perpindahan atlet.
Beberapa surat mutasi belum terbit saat masa pendaftaran berjalan.
Selain faktor mutasi, panitia juga menemukan perbedaan nama atlet antara berkas yang didaftarkan dengan identitas asli pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK).
Sembilan daerah yang masih menyusun kelengkapan dokumen meliputi Lampung Tengah, Lampung Utara, Pesawaran, Tanggamus, Metro, Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Timur, serta Way Kanan.
PB Porprov mendesak seluruh daerah segera memperbaiki pencatatan identitas agar tahapan verifikasi faktual ke depan berjalan mulus tanpa hambatan.
“Proses pendataan by name masih berlangsung. Kami memberi kelonggaran waktu penginputan agar teman-teman KONI di daerah bisa menuntaskannya dan tidak menghambat proses verifikasi,” kata Sri, Selasa, 13 Oktober 2026.
Secara statistik hingga Selasa siang, PB Porprov sudah merekap 4.430 nama yang masuk ke dalam sistem.
Dari angka akumulasi, pendaftar putra mendominasi dengan 2.749 orang, berbanding 1.681 atlet putri. Selisih komposisi mencapai 1.068 atlet.
Sebagai langkah percepatan pemberkasan, Sri meminta pengurus KONI daerah memangkas rentang birokrasi dan berkoordinasi langsung bersama setiap pengurus cabang olahraga (cabor).
Sinkronisasi data lintas lembaga menjadi syarat mutlak sebelum tenggat waktu berakhir.
“Kami tetap optimistis dan meminta teman-teman KONI kabupaten/kota terus menjalin komunikasi dengan cabor supaya penginputan bisa segera tuntas sesuai jadwal,” tandas Sri.






