Kirka – Rencana Pemerintah Provinsi Lampung membangun Jalan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut proyek infrastruktur penghubung logistik sebagai katalis utama transformasi ekonomi regional yang berkeadilan.
Mahendra menjelaskan, gagasan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mempercepat eksekusi proyek jalan bebas hambatan merupakan langkah strategis.
Kehadiran akses langsung menuju Pelabuhan Panjang dipastikan memperlancar distribusi barang melintasi lintas provinsi.
Gubernur Mirza sebelumnya menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap kelanjutan pembangunan rute baru penghubung pesisir.
“Kita dukung dan sangat berharap Jalan Tol Lematang–Panjang segera dibangun.
“Akses bebas hambatan menyambung langsung ke pelabuhan akan mempermudah kendaraan mulai dari Jambi masuk ke Pelabuhan Provinsi Lampung,” ungkap Mirza, belum lama ini.
Atas komitmen kepala daerah, Mahendra memberikan apresiasi tinggi.
Ia memaparkan bahwa konektivitas jalan tol terintegrasi pelabuhan otomatis memperkuat pengembangan kawasan industri sekitar.
Sirkulasi hasil produksi menjadi jauh lebih cepat serta efisien.
Bagi sang pengamat, pemanfaatan komoditas lokal, bahan pangan, hingga sumber daya alam sekitar bisa dioptimalkan lewat sistem logistik terpadu.
Langkah hilirisasi akan berjalan maksimal ketika sarana dasar sudah menopang penuh kebutuhan industri olahan.
Tokoh pemerhati pembangunan menyandarkan analisisnya pada teori kutub pertumbuhan Perroux.
Teori ekonomi regional menggarisbawahi kemajuan sebuah wilayah tidak terjadi serempak, melainkan terkonsentrasi pada simpul-simpul tertentu sebelum menyebar ke area sekelilingnya.
“Jalur Lematang-Panjang berpotensi besar menjadi kutub baru. Pertumbuhan ekonomi akan memancar ke seluruh koridor sekitarnya,” papar Mahendra, Minggu, 4 Oktober 2026.
Lebih lanjut, ia memberikan kredit khusus atas visi panjang Pemprov Lampung mengubah struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Pergeseran dari sekadar mengandalkan sektor primer menuju penguatan industri olahan menunjukkan pemahaman mendalam tentang tatanan ekonomi struktural.
“Jalan tol dipakai untuk mengubah struktur PDRB kita.
“Dorongan hilirisasi ke sektor industri olahan membuktikan kepemimpinan berorientasi pada transformasi jangka panjang,” tegas Mahendra mengakhiri.






