Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menerapkan aturan baru berbasis teknologi QR Code pada pendaftaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X 2026.
Skema digitalisasi dipasang sejak awal pendaftaran guna memblokir masuknya atlet ganda maupun praktik kutu loncat lintas cabang olahraga.
Berdasarkan regulasi terbaru, satu nama atlet dipastikan terkunci hanya untuk satu cabang olahraga (cabor).
Server pendaftaran secara otomatis menolak jika ada kabupaten atau kota yang mencoba mendaftarkan profil serupa di nomor pertandingan berbeda.
Wakil Ketua IV KONI Lampung sekaligus penanggung jawab Media Center Porprov, Achmad Chrisna Putra, menjamin rekam jejak setiap kontingen bakal terdata rapi.
Para peserta sah nantinya wajib mengalungkan kartu identitas bersandi QR Code sebagai syarat mutlak memasuki arena pertandingan.
“Atlet yang sudah mendaftarkan diri di satu cabang olahraga tidak bisa menginput data kembali di cabor lain.
“Sistem dibuat agar pendataan peserta lebih akurat,” ucap Chrisna di Bandarlampung, Jumat, 11 September 2026.
Penyaringan ketat urusan administrasi rupanya memiliki tujuan jangka panjang.
Ajang multievent yang mempertandingkan 32 cabor bukan sekadar wadah berebut medali tingkat daerah, melainkan gerbang seleksi awal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, mengingatkan seluruh utusan daerah agar menaati aturan main kelengkapan berkas.
Pembinaan atlet berprestasi harus didukung oleh basis data yang valid sejak dari akar rumput.
“Proses pendaftaran dan verifikasi harus dilakukan dengan baik.
“Dokumen persyaratan wajib dilengkapi karena atlet yang tampil juga dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan menuju PON,” terang Riagus.
Sesuai jadwal resmi, panitia membuka gerbang registrasi pada 20 September dan menutupnya tanggal 10 Oktober 2026.
Pengurus provinsi segera mendistribusikan tautan beserta akun akses ke masing-masing perwakilan KONI tingkat kabupaten serta kota untuk kelancaran penginputan data.
Begitu masa pendaftaran usai, tim verifikator langsung meneliti keabsahan dokumen selama periode 11-20 Oktober 2026.
Peserta dengan lampiran bermasalah atau salah ketik masih mendapat ruang perbaikan pada 21-26 Oktober 2026, sebelum daftar kontingen final diumumkan serentak pada 27-30 Oktober 2026.






