Kirka – Pemerintah pusat mulai melakukan uji coba program ambulans udara di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.
Langkah itu diambil sebagai terobosan besar untuk mempermudah masyarakat di daerah terisolasi dan pelosok dalam mengakses layanan kesehatan rujukan secara cepat.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti urgensi program dengan menceritakan kondisi memprihatinkan yang kerap terjadi di daerah-daerah terpencil.
Banyak nyawa yang tidak tertolong, khususnya ibu hamil, akibat minimnya akses jalan dan jauhnya fasilitas kesehatan.
“Banyak ibu-ibu yang meninggal di daerah-daerah karena menempuh jalan 7 jam. Tujuh jam sampai 9 jam pada saat melahirkan.
“Akhirnya banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik,” tegas Prabowo.
Tujuh jam perjalanan darat bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah pertolongan medis darurat.
Sebagai contoh nyata, jarak tempuh dari Krui (Pesisir Barat) menuju rumah sakit rujukan di Bandar Lampung dapat memakan waktu hingga 7 jam.
Dalam kondisi kritis, waktu tempuh yang lama tersebut bisa berakibat fatal.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menghadirkan ambulans udara berupa helikopter kecil yang memiliki fleksibilitas pendaratan tinggi.
“Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara.
“Helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai.
“Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” jelas Prabowo.
Sebagai langkah nyata, TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah melakukan latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Pesisir Barat.
Latihan bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem rujuk cepat via udara bagi pasien dari wilayah dengan akses darat yang sulit.
Layanan Kesehatan 2026
Berdasarkan keterangan resmi dari Sekretariat Kabinet, pengadaan ambulans udara ini merupakan bagian dari fokus Presiden Prabowo pada tahun 2026 dalam memberikan atensi khusus terhadap penguatan layanan kesehatan di Indonesia.
Program diluncurkan setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan 22 Rumah Sakit baru di tingkat Kabupaten/Kota yang sebelumnya belum memiliki fasilitas tersebut.
Ambulans udara disiapkan secara bertahap untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi atau membutuhkan waktu perjalanan darat 5 hingga 9 jam.
“Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri,” tulis keterangan Sekretariat Kabinet, dikutip pada Rabu, 30 September 2026.
Kehadiran jalur udara kini menjadi harapan baru bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program ini mengusung satu misi utama, yakni memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa.






