Kirka – Demi membawa pulang medali dari arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri Manado pada Oktober 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai membedah stamina tujuh cabang andalan lewat parameter khusus.
Setiap nomor perlombaan dinilai memiliki tingkat kesulitan dan gaya tarung yang berlainan.
Atas dasar pemikiran rasional, pimpinan olahraga daerah memastikan standar ukur kebugaran atlet pantang disamaratakan agar rekam data yang dihasilkan benar-benar presisi.
“Kami sudah mengundang tujuh cabor proyeksi Manado untuk pemantapan awal bersama tim persiapan. Kesepakatannya, pelaksanaan tes fisik sengaja kami pisah.
“Karakter tarung tiap cabang beda jauh, bahkan ada yang wajib melalui tes parsial.
“Jadi, metode pengujian benar-benar merujuk pada kebutuhan masing-masing disiplin,” kata Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, di Bandarlampung, Jumat, 14 Agustus 2026.
Spesifikasi penilaian berujung pada pemecahan jadwal menjadi dua hari terpisah.
Ujian tahap pertama pada hari Kamis difokuskan mengukur daya ledak maupun kelincahan atlet dari empat disiplin ilmu, yakni tinju, anggar, hapkido, serta kickboxing.
Menyusul pada hari Jumat, giliran para petarung dari tiga arena tersisa yang masuk ruang evaluasi.
Ketiga rombongan yang mendapat porsi ukur akhir pekan meliputi muaythai, kurash, dan Mixed Martial Arts (MMA).
Pemetaan secara spesifik sengaja dirancang agar pelatih mendapat potret kemampuan dasar secara akurat.
Lewat pengukuran yang terarah, tim pendamping bisa mendeteksi kelebihan sekaligus membongkar celah kelemahan otot tiap individu tanpa perlu menerka-nerka.
Riagus menekankan, rekam medis dan fisik dari tahapan awal sangat menentukan langkah kontingen ke depan.
Angka riil dari meja pengujian menjadi modal berharga bagi tim pelatih.
“Lewat tes terpadu dan terukur semacam itu, tim pendamping bisa memetakan level stamina atlet saat ini secara akurat.
“Data dari lapangan langsung kami pakai untuk meramu program pembinaan lanjutan yang jauh lebih pas sasaran.
“Harapannya cuma satu, menjaga peluang target prestasi Lampung di pentas PON Manado nanti,” pungkasnya.






