Kirka – Pembangunan jalan berkonstruksi rigid pavement di ruas Kalirejo–Pringsewu membawa dampak berantai bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Akses transportasi darat yang memadai kini tidak sekadar memecah kemacetan atau menekan angka kecelakaan, melainkan menghidupkan kembali denyut ekonomi daerah dari level mikro hingga makro.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut perbaikan infrastruktur penghubung antar wilayah selalu menghadirkan efek pengganda bagi warga sekitar.
Menurutnya, kelancaran arus lalu lintas akan bermuara pada lahirnya peluang usaha baru di sepanjang koridor jalan.
“Sesuai teori Big Push Model, investasi publik berskala besar pada sarana dasar berfungsi sebagai pemicu utama.
“Kondisi jalan mulus dan aman membuat aksesibilitas menuju fasilitas publik, pasar tradisional, pusat pendidikan, hingga sentra UMKM di Pringsewu dan Lampung Tengah semakin terbuka lebar,” papar Mahendra, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, sektor swasta dan usaha kecil akan ikut tumbuh secara simultan seiring tingginya mobilitas warga.
Catatan lalu lintas menunjukkan ada sekitar 15.000 kendaraan melintas setiap harinya di jalur penghubung antar kabupaten.
Volume kendaraan sebanyak itu merupakan pasar potensial bagi pelaku usaha di pinggir jalan raya.
Pedagang kuliner, bengkel otomotif, sampai penyedia jasa logistik lokal langsung merasakan imbas positif dari ramainya pelintas.
Meski membawa angin segar bagi perekonomian, ancaman kerusakan akibat angkutan bermuatan lebih atau Over Dimension Over Load (ODOL) tetap mengintai.
Penataan armada pengangkut material berat seperti pasir dan batu granit berkapasitas 25 hingga 30 ton wajib mendapat perhatian ketat dari pihak berwenang.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif merawat fasilitas publik peninggalan proyek daerah. Ia meminta armada logistik kelas berat taat pada aturan tata lintasan.
“Pemerintah pun terus mendorong kendaraan dengan muatan besar untuk menggunakan jalur yang sesuai, termasuk jalan tol. Sehingga beban pada jalan provinsi dapat dikurangi dan usia layanan jalan bisa lebih panjang,” tegas Gubernur.
Manfaat pembangunan rupanya meluas hingga ke area persawahan.
Kepala Pekon Rejosari, Rasmin, mengapresiasi jalannya pengerjaan proyek karena kontraktor turut membenahi sistem tata air lingkungan sekitar.
“Bukan hanya jalannya yang dibangun, tetapi gorong-gorongnya juga dibuat untuk mendukung petani. Manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung,” kata Rasmin mewakili suara warga.
Mahendra Utama kembali menekankan, perpaduan antara jalan mantap, sistem irigasi terintegrasi, serta penindakan tegas bagi pelanggar tonase muatan akan mengunci keberhasilan tata ruang.
“Koridor Kalirejo–Pringsewu kini bersiap menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru bagi Provinsi Lampung,” pungkasnya.






