Kirka – Pembukaan jalur penyeberangan KMP Ferry lingkar selatan Lampung membuka peluang bisnis menjanjikan bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Ekspansi pelayanan publik perlahan berubah bentuk menjadi ceruk pendapatan baru bagi perusahaan pelat merah pengelola jasa angkutan pelabuhan.
Jalur anyar yang secara langsung menghubungkan Krui, Kota Agung, Panjang, hingga Bakauheni diyakini mampu menciptakan koridor logistik maritim terpadu.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memandang pembukaan rute punya potensi ekonomi besar di luar fungsi pelayanan masyarakat semata.
“Integrasi pelabuhan eksisting lewat monopoli alur penyeberangan memberi ruang bagi ASDP untuk mendulang pendapatan.
“Sumbernya bisa dari yield management tiket truk logistik, kendaraan penumpang, sampai muatan bahan baku industri,” ujar Mahendra, Senin, 3 Agustus 2026.
Kehadiran jalur perairan wilayah selatan otomatis memecah konsentrasi antrean kendaraan di Pelabuhan Bakauheni.
Distribusi lalu lintas barang kini bisa mengalir langsung dari kawasan Pesisir Barat tanpa harus membebani lalu lintas jalan darat lintas Sumatera.
Lebih lanjut, Mahendra menyoroti keunggulan skala ekonomi (Economies of Scale) dalam industri transportasi maritim.
Menurut perhitungannya, biaya operasional per unit muatan kapal jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan mengandalkan armada truk darat.
ASDP dapat memaksimalkan kapasitas angkut kapal dengan spesifikasi 3.000 hingga 5.000 Gross Tonnage (GT).
Armada berukuran raksasa punya kemampuan menampung puluhan truk sekaligus dalam satu kali pelayaran, sehingga efisiensi distribusi barang meningkat tajam.
“Diversifikasi rute pendek berpola koridor regional menjadi jalan utama ASDP untuk mengamankan pendapatan berulang atau recurring income,” tegas Mahendra.
Langkah ekspansi pembukaan jalur baru diyakini tidak hanya memperkuat struktur neraca keuangan ASDP.
Posisi perusahaan bakal semakin kokoh sebagai tulang punggung ekonomi maritim nasional, khususnya di pintu gerbang utama Pulau Sumatera.






