Kirka – 81 Tahun Merdeka, 121 Kebijakan: Jiwa Gotong Royong, puisi karya Eksponen 98 Mahendra Utama, merupakan sebuah puisi refleksi rasa syukur yang mendalam atas usia kemerdekaan Indonesia yang telah menginjak 81 tahun.
Penulis menggambarkan era sekarang sebagai masa transformasi di bawah kepemimpinan Prabowo dan Gibran, yang ditandai dengan lahirnya “121 kebijakan” yang berpihak pada rakyat.
Puisi memancarkan optimisme bahwa arah politik dan kebijakan negara saat ini benar-benar didedikasikan untuk pelayanan publik, bukan sekadar janji kosong, melainkan langkah nyata untuk menjaga martabat bangsa di bentangan langit Nusantara.
Pada bagian pertengahan, menyoroti pencapaian dan program nyata pemerintah dalam dua sektor krusial, ekonomi dan kesehatan.
Dari sisi ekonomi, penulis mengapresiasi terwujudnya kedaulatan pangan (beras, jagung, cabai) dan kembalinya kejayaan lumbung pangan di daerah seperti Lampung.
Ketegasan pemerintah juga tergambar melalui peran “Danantara” dalam menjaga devisa di 50 pelabuhan, serta upaya membersihkan BUMN hingga labanya melonjak tajam untuk kepentingan rakyat, bukan segelintir elite.
Dari sisi sosial, puisi memuji kehadiran negara secara langsung melalui program makan bergizi untuk anak-anak, pemerataan pendidikan, cek kesehatan gratis untuk 108 juta jiwa, serta komitmen kuat dalam memberantas stunting.
Sebagai penutup yang sarat makna, puisi menyelipkan kearifan lokal melalui petuah Lampung Pesisir, “Khatam tanam, tanam khatam”, yang menegaskan hukum tabur-tuai bahwa kerja keras dan kebijakan yang baik akan membuahkan hasil yang manis bagi pertiwi. Bait terakhir dialunkan sebagai sebuah doa dan seruan persatuan.
Penulis memohon berkah Tuhan agar semangat gotong royong senantiasa berkobar dari Sabang hingga Merauke.
81 Tahun Merdeka, 121 Kebijakan: Jiwa Gotong Royong
Karya: Mahendra Utama | Eksponen 98
Alhamdulillah, syukur ke hadirat-Mu Ya Rabbi
Delapan puluh satu tahun Indonesia berdiri tegak
Di bawah langit Nusantara yang terbentang luas
Prabowo Gibran pimpin negeri dengan jiwa transformasi
121 kebijakan lahir, setia mengabdi untuk rakyat
“Khatam tanam, tanam khatam”
petuah Lampung Pesisir
Apa yang ditanam, itu yang akan dituai
Kedaulatan pangan kini bersemi subur
Beras, jagung, cabai rakyat nikmati sendiri
Lumbung Lampung dan Nusantara kembali berjaya di bumi pertiwi
Danantara menjaga gerbang devisa negara
50 pelabuhan diawasi, takdir ekonomi tak boleh dicurangi
BUMN dibersihkan, laba melonjak 75 persen
Rupiah mengalir untuk rakyat, bukan segelintir elit
Ini amanat perjuangan yang tak pernah padam
Makan bergizi untuk anak-anak bangsa
Sekolah rakyat membuka pintu harapan
Cek kesehatan gratis menjangkau 108 juta jiwa
Negara hadir sebelum sakit menjelma
Stunting kita lawan, masa depan kita rajut
Ya Allah, berkahilah negeri tercinta ini
Kobarkan semangat gotong royong di dada setiap insan
Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote
Indonesia maju, adil, makmur untuk semua
Merdeka! Merdeka! Indonesia jayalah selama-lamanya!
Puisi ini dipersembahkan untuk mengenang perjuangan para pendahulu dan menyambut semangat baru Indonesia di usia ke-81, dengan keyakinan bahwa di tangan generasi penerus, negeri ini akan terus melesat menuju kejayaan.






