Kirka – Puisi Solidaritas NTT: Doa Saya untuk Pemulihan Pasca Gempa, karya Eksponen 98 Mahendra Utama pada dasarnya adalah sebuah elegi atau ungkapan simpati yang mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada dua bait pertama, penulis menggambarkan betapa dahsyatnya guncangan alam tersebut hingga membawa duka dan air mata.
Penulis menyematkan doa-doa religius (seperti Innalillahi wa inna ilaihi raji’un dan Allahumma aafihim) yang menegaskan penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
Musibah ini tidak hanya dilihat sebagai sebuah tragedi fisik, tetapi juga dimaknai secara spiritual sebagai ujian yang dapat melebur dosa dan menguatkan keimanan para korban.
Pada bait ketiga, puisi ini berubah nada dari kesedihan menjadi sebuah seruan (persuasif) untuk bersatu.
Penulis menekankan pentingnya solidaritas kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa mulai dari masyarakat umum, relawan, hingga pemerintah.
Bantuan yang diharapkan bukanlah bantuan yang bersifat sementara atau emosional sesaat (“bukan hanya hari ini”), melainkan pendampingan jangka panjang yang nyata hingga NTT benar-benar pulih dan terbangun kembali dari kehancuran.
Di dua bait terakhir, penulis menyisipkan pandangan optimis dan apresiasi terhadap manajemen krisis pemerintah saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Terdapat keyakinan yang kuat bahwa jajaran pemerintah bekerja dengan sigap, serius, dan tulus dalam menangani bencana ini.
Puisi ini kemudian ditutup dengan sebuah harapan yang penuh asa dari kejauhan, sebuah doa agar masa pemulihan berjalan cepat sehingga NTT dapat kembali bangkit menjadi wilayah yang perkasa, beriringan dengan kejayaan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Puisi Solidaritas NTT: Doa Saya untuk Pemulihan Pasca Gempa
Karya Mahendra Utama Eksponen 98
NTT merintih, tanah dan langit berguncang,
Duka menyelimuti, air mata pun membasah.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,
Kami turut berduka, jiwa terpanggil dalam sedih.
Ya Allah, Tuhan Pemilik segala kuasa,
Allahumma aafihim, lindungi saudara kami di sana.
Tabahkan hati mereka, hapuskan derita dan tangis,
Jadikan musibah ini pelebur dosa dan penguat iman yang nyata.
Mari satukan tangan, padukan langkah nyata,
Bukan hanya hari ini, dukung hingga benar-benar pulih.
Para relawan, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa,
Bersinergi erat, bangun NTT dari puing-puing luka.
Di era Presiden Prabowo, kepastian terasa hadir,
Jajaran sigap dan serius, penanganan bencana terkelola baik.
Keyakinanku teguh, semua pembantu Presiden bekerja tulus,
Agar deru duka segera berganti dengan senyum gemilang.
Dari kejauhan, doaku terus mengalir deras,
Semoga pemulihan berjalan cepat, luka segera terkikis.
Doaku hadir dalam asa,
Bersama Indonesia jaya, NTT bangkit perkasa kembali.






