Kirka – Peta persaingan perebutan kursi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Lampung semakin bergejolak.
Bursa pencalonan kini kedatangan penantang baru dari kalangan korporasi multinasional, yakni Bernard H Simanjuntak yang menjabat sebagai Asisten Vice President (AVP) Head of Human Resource PT Nestle Indonesia.
Kehadiran Bernard di Sekretariat Pendaftaran dan Penjaringan cukup menyita perhatian.
Ia datang secara langsung untuk memproses pencalonannya dengan didampingi Ketua Tim Pemenangan, Faras.
Kedatangan rombongan tersebut disambut hangat oleh Ketua Panitia Mico Periyando beserta jajaran pengurus, termasuk Andri Meirdyan Syarif.
Meski dikawal tim khusus, tokoh yang memiliki jam terbang tinggi di bidang ketenagakerjaan itu memilih bersikap hati-hati di hadapan publik.
Ia enggan mengumbar manuver politik atau membeberkan strateginya kepada awak media yang meliput proses pendaftaran.
“Ini kan baru mengambil berkas. Kita lengkapi dulu persyaratannya.
“Baru kita bisa bicara yang lain,” tutur Bernard singkat usai menerima dokumen kelengkapan calon ketua.
Langkah tanpa aba-aba dari petinggi Nestle ini rupanya tidak hanya menjadi peringatan bagi para rivalnya, tetapi juga mengejutkan jajaran kepanitiaan.
Mico Periyando secara terbuka mengakui bahwa pendaftaran tersebut berada di luar perkiraan karena absennya lobi atau komunikasi awal.
“Kalau figur lain memang sudah berkomunikasi lebih dulu sebelum datang mengambil berkas.
“Kalau Bung Bernard tidak, dia langsung hadir (ke sekretariat). Jadi agak kaget kita,” beber Mico.
Kendati terkesan tiba-tiba, panitia menegaskan kapabilitas penantang baru ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Mico menilai sang kandidat merupakan wajah lama yang memiliki posisi strategis di internal Apindo Lampung dan kerap menjadi ujung tombak organisasi dalam memecahkan isu-isu krusial industri.
“Bung Bernard bukan sosok asing, beliau sangat aktif di kepengurusan. Terutama dalam hal pembahasan kebijakan upah buruh,” pungkasnya.
Sebelumnya, panitia telah menyerahkan dokumen pendaftaran kepada dua figur kuat dengan latar belakang bisnis kontras.
Kandidat pertama adalah pengusaha kuliner sekaligus nakhoda Minang Indah Grup, Junaedi, yang membawa misi kemajuan UMKM.
Sementara kandidat kedua merupakan tokoh senior di sektor operasional kepelabuhanan, Tatang Rohadi.
Kini, ketiga tokoh beda sektor usaha tersebut memiliki waktu hingga 21 Juni 2026 untuk menyerahkan kembali seluruh kelengkapan dokumen persyaratan kepada panitia Musprov.






