Kirka – Kehadiran rute kargo KMP Ferry diproyeksikan mampu memotong ongkos distribusi komoditas unggulan asal Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus sebesar 30 hingga 40 persen.
Pembukaan jalur laut diyakini menjadi jawaban mutakhir atas mahalnya biaya pengiriman barang menuju Pelabuhan Panjang maupun Pelabuhan Bakauheni.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memaparkan bahwa kedua kawasan memiliki potensi alam berlimpah yang bernilai jual tinggi.
Pesisir Barat terkenal kaya akan hasil tangkapan laut, damar mata kucing, hingga daya tarik wisata selancar.
Pada sisi lain, Tanggamus memegang status sebagai sentra perkebunan kopi, pisang, dan ragam produk hortikultura.
Meski kaya akan hasil bumi, daya saing ekspor dari kawasan pesisir kerap tergerus akibat tingginya beban operasional serta lamanya waktu tempuh distribusi jalur darat.
“Efisiensi rantai pasok dari pintu pelabuhan akan mengembalikan margin keuntungan ke tangan petani dan nelayan lokal,” ungkap Mahendra, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, penghematan terbesar dari pemanfaatan rute laut berasal dari efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) solar pada armada angkut.
Pengusaha ekspedisi juga bisa menghilangkan alokasi biaya tol darat, sekaligus menekan angka kerusakan komoditas (spoilage rate) yang sering terjadi akibat guncangan keras di jalan raya.
Dongkrak Ekspor
Merujuk pada konsep Transport Cost & International Trade, Mahendra menegaskan bahwa penurunan beban transportasi berbanding lurus dengan peningkatan surplus produsen di daerah asal.
Lewat skema pengiriman via jalur air, komoditas dari Krui yang diangkut ke Pelabuhan Panjang kini bisa langsung masuk kontainer ekspor tanpa harus melalui proses transit darat yang melelahkan.
Mekanisme serupa juga berlaku bagi hasil tani Tanggamus yang membidik pasar konsumen Pulau Jawa melalui gerbang Bakauheni.
“Konektivitas laut nantinya menjawab kerinduan panjang para pelaku usaha daerah untuk bisa bertarung lebih kompetitif di pasar global.
“Rantai pasok yang lebih ringkas diproyeksikan segera mengubah lanskap Lampung Barat dan Tanggamus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Mahendra Utama.






