Kirka – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) resmi menarik Ahya Mulya Bhakti dan Sadan Ahmed Lisanaka untuk bergabung ke Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, mulai 1 Agustus mendatang.
Pemanggilan dua nama baru menempatkan total tiga atlet serta satu pelatih asal Sai Bumi Ruwa Jurai dalam skuad Garuda.
Sebelum Ahya yang turun di kelas D putra dan Sadan di kelas I, tiket Pelatnas lebih dulu diamankan oleh Riski Enjel Pinata beserta pelatih Murtado Naufal.
Target utama pembentukan tim bermuara pada tiga agenda besar olahraga bela diri, Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-21 tahun 2026, SEA Games ke-34 di Malaysia 2027, hingga misi jangka panjang Road to Olympic.
Keputusan memanggil para pesilat daerah lahir lewat hasil peninjauan ketat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI.
Sekretaris Pengprov IPSI Lampung, Riagus Ria, membenarkan penerimaan surat bernomor 16/SJ/PB.IPSI/VII/2026 yang diteken langsung oleh Sekjen Abdul Karim Al Jupri.
Secara prinsip, seluruh utusan daerah siap berangkat menghadap. Namun, muncul dinamika di lapangan menyangkut status salah satu pesilat.
“Sadan kebetulan baru berangkat ke Semarang untuk mengikuti pendidikan polisi.
“Kondisinya sudah kami laporkan kepada Ketua Umum IPSI Lampung, lalu diteruskan ke pengurus pusat,” jelas Riagus di Bandarlampung, Kamis, 30 Juli 2026.
Proses lobi administrasi sedang berjalan. Keputusan akhir mengenai apakah Sadan mendapat dispensasi bergabung ke timnas atau wajib merampungkan studi kepolisian terlebih dahulu, sepenuhnya menjadi kewenangan PB IPSI.
Berbeda dengan koleganya, langkah Ahya dan Enjel menuju matras internasional dipastikan mulus.
Ahya bahkan baru saja menyelesaikan studi perguruan tinggi, sehingga ia bisa menumpahkan seluruh fokusnya pada porsi latihan tanpa terbagi beban akademik.
Mewakili Ketua Umum Faisol Djausal yang memastikan dukungan penuh bagi para atlet, Riagus menaruh harapan besar.
“Kami ingin pencapaian para senior mampu memantik semangat regenerasi bibit muda lokal agar terus mengejar prestasi puncak tingkat dunia,” pungkasnya.






