Kadin Lampung dan Beasiswa 2026: Sinergi Cetak SDM Unggul

Kadin Lampung dan Beasiswa 2026: Sinergi Cetak SDM Unggul
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memaparkan pentingnya keterlibatan dunia usaha sebagai mitra strategis dalam memperluas akses beasiswa pendidikan tinggi. Foto: Arsip Kadin/Kirka/Iz

Kirka – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung kembali mengambil peran aktif dalam memajukan sektor pendidikan daerah.

Langkah konkret terwujud lewat penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Program Beasiswa Tingkat Universitas Tahun 2026”.

Forum diskusi yang bertujuan merancang akses pendidikan tinggi inklusif melibatkan berbagai pihak kompeten.

Tampak hadir Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Romi Junanto Utama, Dewan Penasehat Kadin Ardiansyah, dan Wakil Rektor III Universitas Malahayati Rina Febrinan.

Kehadiran perwakilan dunia usaha bersama pimpinan rektorat mendapat apresiasi dari Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama.

Ia menyebut inisiatif Kadin merupakan jembatan penghubung nyata antara sektor swasta dan kampus.

“Keterlibatan pengusaha bukan sekadar mencari tenaga kerja siap pakai, melainkan ikut berinvestasi menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Pendidikan merupakan bentuk investasi modal manusia atau human capital investment paling strategis,” ujar Mahendra, Selasa, 22 September 2026.

Peningkatan kualitas sumber daya melalui bangku kuliah, lanjut dia, berkontribusi langsung pada produktivitas serta pertumbuhan ekonomi.

Kolaborasi lintas sektor memegang peranan penentu agar ekosistem sumber daya manusia unggul lekas terbangun.

Sinergi antara kampus dan pengusaha berjalan sangat selaras dengan agenda Pemerintah Provinsi Lampung.

Kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sedang menggulirkan program “Satu Desa Satu Sarjana”.

Kebijakan daerah menyasar 2.500 putra-putri terbaik desa, memberi kuota khusus bagi anak petani serta keluarga prasejahtera.

Langkah progresif tingkat provinsi seirama dengan visi kepemimpinan nasional.

Presiden Prabowo Subianto secara konsisten mendorong perluasan jangkauan penerima bantuan studi, terutama pada bidang sains dan teknologi.

Arahan kepala negara langsung ditindaklanjuti oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

Kementerian sedang mengkaji standar pembiayaan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri agar akses kuliah makin terbuka lebar bagi masyarakat luas.

“Lewat kemitraan lintas pemangku kepentingan, Lampung tidak sekadar mencetak sarjana, tapi sedang membangun pondasi masa depan berkeadilan.

“Sesuai rumusnya, knowledge is power and education is investment in the future,” ucap Mahendra.