Kirka – Sebanyak 126 pelatih taekwondo dari berbagai provinsi di Sumatera berkumpul di Bandar Lampung untuk menjalani standardisasi kepelatihan nasional.
Gebrakan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Lampung bersama PBTI digulirkan demi mengakhiri metode melatih berbasis pengalaman semata dan beralih penuh pada penerapan sport science.
Kabid Perwasitan, Diklat, dan Pengembangan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Mukhlis Ba’ Alwi, menegaskan standardisasi instruktur sudah menjadi kebutuhan mutlak.
Pendekatan sains olahraga wajib diterapkan agar sistem pembinaan berjalan lebih terukur.
“Banyak pelatih masih otodidak, melatih berbekal pengalaman. Kita datangkan komisi sport science dari PBTI untuk mengkolaborasikan pengetahuan rekan-rekan pelatih dengan teknologi demi peningkatan prestasi,” kata Mukhlis.
Perpaduan keilmuan modern akan memastikan atlet yang digembleng dari tingkat dasar mampu bersaing menembus level nasional hingga menapak pelatnas.
Sinergi pembaruan metode kepelatihan langsung mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Ketua Bidang Pendidikan, Penataran, Litbang Olahraga & Sport Science KONI Lampung, Dr. dr. Khairunnisa Berawi, M.Kes, AIFO, menyambut positif kolaborasi lintas wilayah.
“Edukasi sangat positif. Tujuannya bukan cuma menaikkan standar buat Provinsi Lampung, tapi mencetak prestasi skala nasional.
“Sekaligus memotivasi Pengprov TI Lampung belajar langsung dari para pakar,” ujar Khairunnisa.
Bagi tuan rumah penyelenggara, hajatan skala nasional membawa kebanggaan sejarah.
Ketua Pengprov TI Lampung, Ali Hanafiah, bersyukur daerahnya kembali memegang mandat besar setelah vakum hampir tiga dekade.
“Kami sangat bersyukur bisa menjadi tuan rumah kembali. Sekian lama kita menunggu, sejak 1998 dan baru 2026 bisa terealisasi,” ungkap Ali.
Dari total keseluruhan peserta, terdapat 71 pelatih perwakilan kabupaten dan kota se-Lampung yang langsung diproyeksikan mencetak petarung andal.
Barisan instruktur bersertifikat ditargetkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul untuk bertarung pada 2028 dan merebut puncak kejayaan pada 2032 mendatang.






