Hukum  

Transkrip Lengkap Dialog Pemeriksaan Enung Juhartini, Ceritakan Kesopanan KPK Ketika OTT Mantan Rektor Unila Profesor Karomani

Mantan Rektor Unila Profesor Karomani
Enung Juhartini dibantu berjalan oleh petugas KPK usai memberikan keterangan di PN Tipikor Tanjungkarang pada 29 Maret 2023. Foto: Arsip KIRKA.CO.

Hakim: Kurang lebih berapa? Ada 10 mobil?
Enung Juhartini: Bis, kurang lebih, karena saya tidak menghitung.

Hakim: Ya okey, kurang lebih segitu. Nah kemudian ibu berangkat ke Bandung. Itu tujuannya kemana bu?
Enung Juhartini: Tujuannya itu, acaranya ke Ciater.

Hakim: Sariater?
Enung Juhartini: Sariater.

Hakim: Daerahnya Ciater, tapi tepatnya Sariater. Karena kan di situ banyak lokasi wisata. Rencana berapa hari menginap di sana?
Enung Juhartini: Sehari, satu malam.

Hakim: Satu hari ya, satu malam semuanya ya. Jadi semua rombongan menginap di Sariater?
Enung Juhartini: Betul.

Baca juga: Surat Vonis Penyuap Rektor Unila Ungkap Adanya Nominal Penerimaan Uang dari Bupati Lampung Tengah

Hakim: Ya okey. Jam berapa itu sampai di Sariater?
Enung Juhartini: Kalau nggak salah, malam ya.

Hakim: Bisa diperkirakan nggak, jamnya jam berapa?
Enung Juhartini: Lupa lagi pak.

Hakim: Tapi sudah Maghrib ya? Atau setelah Isha?
Enung Juhartini: Kayaknya, karena saya tidur di perjalanan.

Hakim: Pokoknya malam lah ya, tapi belum tengah malam? Belum ya, masih malam ya. Nah kemudian, ada setelah itu jalan-jalan bu?
Enung Juhartini: Makan malam.

Hakim: Oh makan malam ya. Okey, setelah itu istirahat tidur. Acara besoknya kemana?
Enung Juhartini: Besoknya kalau nggak salah, makan pagi, di hotel.

Baca juga: Profil Hasbi Hasan di Pusaran Kasus Pengurusan Perkara yang Disorot KPK: Sekretaris MA hingga Guru Besar Unila

Hakim: Kemudian, ada ibu jalan-jalan ke Gedung Asia Afrika?
Enung Juhartini: Ada.

Hakim: Ada ke Gedung Asia Afrika, di Great House of Asia Africa. Nah kemudian, setelah itu istirahat makan?
Enung Juhartini: Makan, terus kemudian sholat. Sudah gitu, jalan ke Cibaduyut.

Hakim: Sebelumnya ibu sempat sholat dulu ya, di mesjid UPI, benar?
Enung Juhartini: Betul.

Hakim: Nah setelah itu ke Cibaduyut, jalan-jalan semuanya.
Enung Juhartini: Iya.

Hakim: Turut semua ke Cibaduyut? Belanja-belanja semua?
Enung Juhartini: Tidak mengontrol satu-satu pak.

Baca juga: Profil Penitip Mahasiswa FK Unila di Balik Kesaksian Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad

Hakim: Ibu belanja nggak di sana?
Enung Juhartini: Tidak.

Hakim: Belanja sepatu kah? Atau kaos kah?
Enung Juhartini: Oh Bapak. Beli. Maaf, Kicker palsu

Hakim: Oh… Apa lagi bu?
Enung Juhartini: Saya tidak belanja. Bapak beli satu waktu itu.

Hakim: Setelah itu, dari Cibaduyut kan capek itu ya bu. Ada makan setelah itu?
Enung Juhartini: Saya terpisah dengan bapak.

Hakim: Ibu ikut siapa?
Enung Juhartini: Saya ikut pak Asep, kemudian bu Eli istrinya pak WR 3. Kemudian bu Lusi, eh makan di Kambing Kairo [Kambing Bakar Kairo].

Baca juga: Kadis Pendidikan Provinsi Lampung Sulpakar dan Dugaan Pemberian Dollar Singapura di Balik Penitipan Calon Mahasiswa Unila