Hakim: Kambing Kairo, wah enak itu bu. Enak itu kambing itu, cuma yang di atas 50 (usianya), hati-hati saja. Enak itu bu. Habis itu?
Enung Juhartini: Sudah itu, kalau nggak salah, apa ke PVJ [Paris Van Java] dulu ya. Saya lupa lagi. Lupa lagi pak runtutannya, apa ke PVJ dulu …
Hakim: Sebentar dulu bu. Ibu malam itu menginap di mana?
Enung Juhartini: Di Hotel.
Hakim: Hotel yang sama? Keterangan ibu di penyidik ini, Hotel El Royale. Di sini keterangan ibu di penyidik, Hotel El Royale Bandung, benar ya?
Enung Juhartini: Iya betul. Saya tidak pernah membaca nama hotelnya.
Hakim: Iya. Setelah itu apa yang terjadi?
Enung Juhartini: Saya kan tidak bersama dengan bapak [Karomani]. Bapak makan tersendiri, bapak beliau mengajak mau makan dimana, saya kebetulan diajak. Makan di sana, di Cihampelas. Kata saya, jadi bapak sendiri aja.
Baca juga: KPK Yakin Jaksanya Mampu Peroleh Fakta Hukum Untuk Pengembangan Kasus Korupsi Unila Jilid II
Nah udah gitu, pulang saya duluan, bapak belum pulang. Nah udah pulang, bapak sekitar jam 9 [21.00 WIB], kalau tidak salah, saya masuk kamar. Udah gitu bapak tidur, saya masih mandi, kemudian sholat.
Belum tidur saya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Kalau tidak salah sekitar jam 11 malam [23.00 WIB], kalau tidak salah. Kemudian saya bingung, tengah malam ada yang mengetuk.
Saya tidak mau membuka, sudah sampai 3 kali, baru saya tanya siapa. ‘Pak Budi Sutomo, eh Budi Sutomo’. Oh kirain siapa, gitu kan. Terus saya nanya, bapak nanya, ‘siapa?’ ‘nggak tahu’…
Hakim: Kawan bapak ada yang namanya Budi Sutomo?
Enung Juhartini: Ada. Cuman…
Hakim: Ada. Bapak berpikir nggak, itu Budi Sutomo?
Enung Juhartini: Nggak berpikir ke situ, nggak mungkin malam-malam, pintu apa.. ‘Pah itu ada Budi Sutomo’. ‘Oh siap’. ‘Ngapain?’. Malam-malam gitu kan. Ya buka ajaaa.. kata bapak gitu.
Baca juga: Surati MA, Peradi Inginkan Advokat dengan Kategori Ini Tidak Dapat Lagi Beracara
Enung Juhartini: Saya buka aja, tiba-tiba saya lihat posisi pak Budi di sudut, yang pinggir itu orang yang tak saya kenal.
Hakim: Berapa orang waktu itu?
Enung Juhartini: Kalau tidak salah 4 orang, kalau tidak salah ya.
Hakim: 4 orang ya.
Enung Juhartini: Kalau tidak salah.
Hakim: Pakai seragam atau pakai pakaian bebas? Atau mungkin pakai jaket atau apa gitu?
Enung Juhartini: Tidak melihat ininya… Yang jelas, kalau nggak salah ada yang pakai topi. Kalau tidak salah ya, karena saya tidak mengingatnya.
Hakim: Terus mereka mengatakan dari mana?
Enung Juhartini: Saya tanya, dari mana? Dari KPK. Kata saya, kenapa ada sangkutan apa? Ada OTT di Lampung, katanya gitu. Saya persilakan, terus saya bilang ‘pak ada dari KPK’. ‘Oh iya silakan duduk, apa suruh silakan masuk’, gitu kan. Beliau bertamu masuk…
Baca juga: Data Mahasiswa Diduga Titipan Dari Mantan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus
Hakim: Ibu melihat nggak, ada surat tugas dari orang KPK tadi? Melihat nggak ada surat tugas ditunjukkan?
Enung Juhartini: Oh, saya tanya pak.
Hakim: Oh ibu tanyakan…
Enung Juhartini: Iya. Mohon maaf pak, kata saya. Saya tanya. Karena saya takut kan di TV TV, katanya ada petugas KPK gadungan. Saya minta, beliau memperlihatkan. ‘Boleh saya foto?’ Nggak boleh, katanya kan.
Enung Juhartini: Yaudah, terus bapak, ‘mana bapaknya?’. Lagi ke kamar mandi dulu. Habis sudah gitu, bapak ngobrol dengan petugas. Udah gitu, bapak ‘saya mau pergi’. Jadi bapak membereskan baju saja, yang dibawa bapak.
Hakim: Jadi waktu itu, mengatakan nggak petugas KPK itu bahwasanya akan membawa bapak?
Enung Juhartini: Iya. Untuk menjadikan saksi.






