Hukum  

Mahfud Santoso Dan Hubungannya Dengan Surat Dakwaan Jaksa KPK Perkara Unila

Jaksa KPK Perkara Unila
Mahfud Santoso ketika diperiksa Jaksa KPK di PN Tipikor Tanjungkarang untuk persidangan perkara korupsi mantan Rektor Unila, Karomani pada 7 Februari 2023 lalu. Foto: Istimewa.

Agung: Terus berapa jumlah yang bapak terima?

Mahfud: Saya nggak tahu persis pak, karena yang nyerahkan pak Anton Wibowo, yang terima pak Hanan.

Agung: Di BAP saudara, saudara bilang Rp200 juta tunai!

Mahfud: Saya nggak tahu persis pak, saya nggak ngitung dan saya nggak buka. Tapi ngantarnya nemuin pak Karomani di pagi-pagi itu.

Agung: Oh begitu. Jadi saudara sudah pulang dari Surabaya? Saudara menerima uang dari pak Anton?

Mahfud: Heee ehh.. Heee ehh..

Agung: Kemudian bersama-sama ke rumah pak Karomani?

Mahfud: Setelah diterima pak Hanan, pagi-pagi, ‘pak Hanan coba itu dibawa ya, saya antar ke pak rektor’. Gitu. Ketemu lah pak rektor di rumahnya.

Agung: Di BAP saudara, saudara bilang ‘saya dan Hanan mengantar ke rumah baru pak Karomani’.

Mahfud: Iyaaa. Langsung …. (ucapan Mahfud belepotan)

Baca juga: Jaksa KPK Panggil Ulang Pemilik RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung Mahfud Santoso Karena Diduga Tilap Rp50 Juta

Agung: Bapak dengarkan saya dulu. Berarti bapak sama pak Hanan yang ke rumah pak Karomani?

Mahfud: Iya, iya.

Agung: Sampai di rumah Karomani, rumah terdakwa ini, uang itu langsung diserahkan atau bagaimana?

Mahfud: Saya temui pak Karomani dulu. Pak Karomani buru-buru mau ada acara di Polda. ‘Pak ini ada orang tua titipan, mau nyampaikan infak’. Saya sampaikan begitu.

‘Waduh saya mau buru-buru loh pak Ustad! Ya udah, anuuu, titip kepada driver atau ajudan yang di depan itu’. Gitu beliau..

Agung: Ohh gitu yaaa. Masih ingat nggak namanya siapa?

Mahfud: Nggak tahu namanya. Pakaiannya waktu itu safari.

Agung: Ohh.. Ajudan atau sopir?

Mahfud: Ada dua orang, tapi saya nggak tahu persis. Tak kasih kan. Karena buru-buru, terus saya ‘ini gimana ya, nanti urusan ini ke pak Karomani’.

Soalnya saja mau diajak ke bangunan, cuma nggak sempat waktunya.

Agung: Okey, berarti sudah ya, sudah diserahkan.

Mahfud: Sudah. Sampai di situ aja.

Percakapan selanjutnya dapat dibaca di sini: Mahfud Santoso dan 7 Calon Mahasiswa Unila Titipannya yang Dibongkar Jaksa KPK