Agung: Siap! Terimakasih yang mulia.
Jadi pak Mahfud ya, sebelum ujian, si Anton Wibowo ini menemui bapak minta tolong sampaikan kepada Pak Karomani minta bantu.
Mahfud: Iya.
Agung: Ya? Okeey. Kemudian bapak sampaikan secara langsung [ke Karomani]?
Mahfud: Lewat telepon pak.
Agung: Oh lewat telepon, okeey. Kemudian, Pak Karomani bilang yang tadi bapak bilang?
Mahfud: Iya.
Agung: Atas penyampaian Pak Karomani, apa yang bapak sampaikan kepada Pak Anton? Disampaikan lagi nggak ke Pak Anton?
Mahfud: Langsung saya sampaikan.
Agung: Haaa, kemudian? Bisa dijelaskan lagi?
Baca juga: Dukungan 4 Guru Besar di Balik Laporan Dugaan Korupsi LPPM Unila
Mahfud: Ya setelah saya sampaikan, ya itu, saya suruh ikut bimbel dan ikut bimbel di Primagama juga.
Agung: Oh.. Apakah saudara tahu nomor peserta? Apakah saudara pernah membawa nomor peserta anak Pak Anton itu kepada Pak Karomani?
Mahfud: Saya, eeee… waktu menghubungi pak rektor. ‘Coba nanti kalau nilainya bagus, nomor tesnya di WA [Whats App] ke saya’. Lalu saya WA ke beliau.
Agung: Ohhh begitu… Oh bapak ngobrol seperti itu?
Mahfud: Iyaaa.
Agung: Tadi pas ngobrol, bapak sudah menerima [kartu peserta ujian] sebelumnya dari Anton, lalu menelepon Pak Karomani sekalian memberikan nomor peserta?
Mahfud: Iya, iyaa.
Agung: Ohh gitu.. Kemudian, bapak tahu nggak proses pelulusan yang dilakukan oleh pihak Unila? Tahu atau tidak tahu?
Mahfud: Detailnya nggak tahu.
Agung: Okey tidak tahu. Kemudian, apakah bapak tahu pada tanggal 18 Juli 2022, anaknya si Anton ini lulus? Bapak tahu nggak nama anaknya Pak Anton, yang dititipkan?
Mahfud: Nggak tahu, nggak tahu.
Agung: Tanggal 18 Juli kan pengumuman kelulusan, apakah bapak tahu anaknya pak Anton itu, lulus atau tidak?






