Hukum  

Mahfud Santoso Dan Hubungannya Dengan Surat Dakwaan Jaksa KPK Perkara Unila

Jaksa KPK Perkara Unila
Mahfud Santoso ketika diperiksa Jaksa KPK di PN Tipikor Tanjungkarang untuk persidangan perkara korupsi mantan Rektor Unila, Karomani pada 7 Februari 2023 lalu. Foto: Istimewa.

Berikut transkrip dialog dari Mahfud Santoso dan Agung Satrio Wibowo:

Mahfud: Waktu saya di Surabaya, ada orang tua wali murid yang namanya pak Wibowo tadi. ‘Bapak ada dimana?’ Saya di Surabaya. ‘Pak, sebagai rasa syukur saya, anak saya kan diterima. Saya sesuai komitmen akan menyumbang semampu saya kepada pembangunan Nahdliyin Center’.

Agung: Mengapa dia menemui bapak?

Mahfud: Karena waktu akan tes, nemuin saya di Rumah Sakit. Waktu itu saya sedang meresmikan buka pelayanan baru.

Beliau mendampingi kepala dinas tergopoh-gopoh. ‘Pak, bisa ketemu sebentar nggak?’ Bisa, ada apa? ‘Pak, bapak kan punya Rumah Sakit. Bisa nggak bantu saya? Bapak juga kenal Pak rektor. Kalau bisa bantu, bagaimana caranya’. Terus saya hubungi Pak Karomani.

‘Pak Karomani, ini ada orang, anaknya juga bagusss. Kan saingannya ketat, jumlah yang diterima… kira-kira bisa bantu nggak?’

‘Oh gini pak Ustad’. Saya Ustad, mohon maaf ini.

Agung: Iya, iya.

Mahfud: ‘Mohon maaf pak Ustad. Yang penting, nilainya bagus, masuk passing grade’.

Agung: Iyaaa, terusss.

Mahfud: ‘Kalau di bawah, tetap nggak bisa. Ya siapa tahu nanti pas tes, nilainya harusnya bagus’. ‘Sampaikan ke beliau sebelum tes’.

Baca juga: Jaksa KPK Perkara Unila Didesak Hadirkan Kontraktor Gedung Lampung Nahdliyin Center

‘Anakmu suruh belajar keras, ikut bimbel, tapi kalau nilainya merah, nggak masuk passing grade, ya nggak bisa’. Saya bilang gitu [ke M Anton Wibowo].

Ucapan Mahfud Santoso ini tiba-tiba dipotong oleh Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan.

Lingga: Hehh! Bapak udah tahu belum? Bahwa sebenarnya prosedur ujian itu, sebagaimana yang sudah disampaikan Pak Karomani itu? Sebelumnya sudah tahu belum?

Mahfud: Tahu pak.

Lingga: Ya ngapain nanya-nanya Pak Karomani?

Mahfud: Saya berpikirnya begini…

Lingga: Tunggu dulu, tunggu dulu! Kan sudah tahu? Ngapain motifnya nanya-nanya dia [Karomani]?

Mahfud: Karena dia datang ke saya minta bantuan pak. Dia minta bantuan ke saya untuk menyampaikan ini.

Lingga: Siapa?

Mahfud: Si orang tuanya anak ini. Minta bantuan ke saya untuk disampaikan ke pak rektor.

Lingga: Kan bapak sudah tahu jawabannya. Belajar keras, mendaftar. Ngapain tanya-tanya ke rektor?

Orang udah tahu jawabannya. Kalau udah tahu jawabannya, kalau udah tahu jawabannya, tetap dilaksanakan, itu pasti ada maksud tertentu. Itu rumusnya itu.

Silakan dilanjut pak Jaksa.