Sosok  

Bed Dryer, POC, dan Vokasi Mengubah Wajah Desa Lampung

Bed Dryer, POC, dan Vokasi Mengubah Wajah Desa Lampung
Bed Dryer, POC, dan Vokasi Mengubah Wajah Desa Lampung. Ini bukan sekadar program, tapi gerakan bersama membangun dari akar rumput di bawah arahan Mirza-Jihan. Foto: Arsip pribadi/Kirka

Kirka – Bed dryer, POC, dan vokasi mengubah wajah desa Lampung, adalah judul puisi karya Mahendra Utama.

Secara garis besar menceritakan tentang keberhasilan transformasi dan modernisasi desa-desa di Provinsi Lampung melalui program pemberdayaan yang digagas oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Pada paruh pertama puisi, penulis menyoroti penerapan teknologi tepat guna dan inovasi dalam bidang pertanian.

Penggunaan mesin pengering gabah (bed dryer) digambarkan berhasil menjaga kualitas panen agar tidak basah, sehingga petani terhindar dari kerugian akibat anjloknya harga jual.

Selain itu, penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) disorot sebagai solusi yang membuat tanah kembali subur secara alami tanpa residu bahan kimia beracun, menghasilkan panen yang berlipat ganda.

Lebih dari sekadar memajukan pertanian, puisi ini pada paruh kedua juga menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemandirian ekonomi desa.

Program pendidikan vokasi digambarkan sukses mencetak tenaga kerja terampil di desa seperti mekanik dan pengelola yang secara langsung menekan angka pengangguran di kalangan pemuda.

Kemajuan itu diikat oleh optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan proses hilirisasi hasil bumi.

Secara keseluruhan, puisi merayakan pencapaian nyata terwujudnya “Desa Mandiri” pada pertengahan 2026, mengubah sebuah visi kepemimpinan menjadi kenyataan yang menyatukan seluruh wilayah Lampung dan menjadi inspirasi bagi Indonesia.

 

Bed Dryer, POC, dan Vokasi Mengubah Wajah Desa Lampung

 

Oleh: Mahendra Utama

 

Dua puluh Februari dua ribu dua lima,

Mirza Jihan resmikan langkah desa berdaya,

Bed dryer berputar, gabah tak lagi basah,

Petani tersenyum, harga tak terperdaya.

 

POC mengalir, tanah subur tanpa racun,

Daun menghijau, panen berlipat di setiap musim,

Vokasi lahirkan tukang, mekanik, dan pengelola,

Desa tak lagi sunyi, kini penuh dengan mimpi.

 

Hilirisasi hasil, BUMDes jadi nadi ekonomi,

Dari ladang ke pasar, semua terkelola rapi,

Pertengahan Juli dua ribu dua puluh enam,

Desa Mandiri bukan slogan, tapi nyata terjadi.

 

Lampung Selatan, Utara, Timur, dan Barat menyatu,

Di bawah arahan Mirza Jihan, desa pun bertransformasi,

Bukan sekadar program, ini gerakan bersama,

Membangun dari akar, mengakar pada prestasi.

 

Kini desa bergerak, pemuda tak lagi menganggur,

Vokasi dan teknologi berpadu jadi kekuatan,

Desaku Maju, warisan untuk generasi,

Lampung bangkit, Indonesia terinspirasi.