Hukum  

Mahfud Santoso dan 7 Calon Mahasiswa Unila Titipannya yang Dibongkar Jaksa KPK

Mahfud Santoso dan 7 Calon Mahasiswa Unila Titipannya
Mahfud Santoso saat diperiksa sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 7 Februari 2023. Foto: Arsip KIRKA.CO.

KIRKA – Jaksa KPK pada 7 Februari 2023 lalu melakukan pemeriksaan terhadap Mahfud Santoso sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang. Dari pemeriksaan ini, Mahfud Santoso dan 7 calon mahasiswa Unila titipannya terkuak di muka persidangan.

Dalam persidangan ini, Mahfud Santoso diperiksa bersaksi untuk mantan Rektor Unila Karomani dkk yang duduk sebagai terdakwa.

Jaksa KPK sebagaimana diketahui mendakwa mantan Rektor Unila, Karomani atas penerimaan suap dan gratifikasi berupa uang dari orang tua penitip calon mahasiswa dalam pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Unila sejak tahun 2020 sampai 2022.

Berdasar pada surat dakwaan Jaksa KPK, Karomani didakwa menerima suap dari Kabid Yankes pada Dinkes Lampung Tengah, M Anton Wibowo sejumlah Rp250 juta melalui Mahfud Santoso.

Karomani juga didakwa menerima gratifikasi berupa uang sejumlah Rp650 juta dari Mahfud Santoso setelah pengumuman kelulusan SMMPTN Tahun 2021. Uang itu dinyatakan diserahkan di ruangan Rektor Unila.

Baca juga: Mahfud Santoso Dan Hubungannya Dengan Surat Dakwaan Jaksa KPK Perkara Unila

Dari pemeriksaan ini, Mahfud Santoso dan 7 calon mahasiswa Unila titipannya terkuak di muka persidangan.

Berikut adalah transkrip dialog antara Jaksa KPK, Agung Satrio Wibowo dan Mahfud Santoso beserta Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan:

Agung: Saudara saksi, selain dari si Anton ini, nama anaknya itu Azzahra Fadhilla Amelia, ada lagi nggak? Yang saudara urusi?

Mahfud: Nggak ada.

Agung: Saudara saksi sudah pernah di BAP. Di sini langsung saya bacakan, BAP nomor 10. Ijin yang mulia untuk membacakan.

Saudara saksi menjawab bahwa, saksi pernah merekomendasikan beberapa peserta ujian Unila jalur SBMPTN dan SMMPTN untuk dapat dibantu diluluskan. Di antaranya: Alumni Smart Insani yang masuk di Unila. Kemudian, 7 orang tua atau kerabat yang pernah minta bantuan saya untuk merekomendasikan anak mereka, yaitu:

1. Zalfa Aditya Putra.
2. Ratu Berta Sofiani, nama orang tuanya tidak ingat, untuk masuk kedokteran Unila.
3. Jasmine Putri Nabila, anak dari dokter Asman Roni, dokter kandungan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, masuk kedokteran Unila.
4. Dyah Roby Agam, tidak ingat nama orang tuanya.
5. Melani, tidak ingat nama orang tuanya.
6. Azzahra Fadhilla Amelia, anak dari Anton Wibowo, Kabid Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.
7. Ivana Araminta Sorcha untuk Mandiri, Hukum Unila, nama orang tua Heri Suliyanto.

Baca juga: Cengengesan Usai Diperingatkan Hakim, Jaksa KPK Usulkan Penetapan Tersangka Untuk Pejabat Dinkes Lampung Tengah M Anton Wibowo

Agung: Betul ini?

Mahfud: Betul.