Menu
Precision, Actual & Factual

Terdakwa Korupsi Pasar Cendrawasih Metro akan Sidang 1 Juli 2021

  • Bagikan
Tangkapan Layar SIPP PN Tanjungkarang, Terkait Perkara TIPIKOR Dalam Kegiatan Rehab Pasar Cendrawasih Metro Tahun Anggaran 2018, Atas Nama Terdakwa Suyitno. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Berkas perkara dua tersangka dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan rehabilitasi Pasar Cendrawasih Kota Metro tahun Anggaran 2018 telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang, dan dijadwalkan disidangkan Kamis besok 1 Juli 2021.

Perkara tersebut resmi didaftarkan pada Kamis kemarin 24 Juni 2021, dengan Nomor Perkara 28/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tjk, dan 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tjk, atas nama terdakwa dua terdakwa yakni Pansuri dan Suyitno.

Pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara milik PN Tanjungkarang terlihat kedua perkara dijadwalkan akan disidangkan secara perdana dan bersamaan, yang akan dilaksankan pada Kamis 1 Juli 2021 di ruang sidang Bagir Manan, dengan agenda sidang yaitu pembacan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

Tangkapan Layar SIPP PN Tanjungkarang, Terkait Perkara TIPIKOR Dalam Kegiatan Rehab Pasar Cendrawasih Metro Tahun Anggaran 2018, Atas Nama Terdakwa Pansuri. Foto Eka Putra

Dalam perkara ini keduanya dijerat dengan 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang- undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dari peran tersangka dalam perkara ini sendiri diketahui Pansuri tercatat merupakan seorang berstatus Kuasa Pengguna Anggaran dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan di Dinas Perdagangan Kota Metro, sedangkan Suyitno merupakan seorang yang tercatat berstatus sebagai pelaksana proyek rehabilitasi pasar Cendrawasih.

Keduanya disangkakan telah mengakibatkan Kerugian Negara sebesar Rp481 juta lebih, dan sesuai pasal yang diterapkan maka para terdakwa terancam menjalani hukuman pidana penjara paling lama selama 20 tahun, dengan denda maksimal Rp1 miliar.

  • Bagikan