Menu
Precision, Actual & Factual

Kadis Perdagangan Rekomendasi PPK Belum Bersertifikat

  • Bagikan
Kirka.co
Suasana Persidangan Lanjutan Perkara Korupsi Dalam Kegiatan Rehabilitasi Pasar Cendrawasih Metro Tahun Anggaran 2018. Foto Eka Putra

KIRKAKadis Perdagangan Kota Metro, Leo M Hutabarat, dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan lanjutan perkara korupsi rehabilitasi Pasar Cendrawasih Metro tahun anggaran 2018, yang dalam keterangannya ia kedapatan telah merekomendasikan terdakwa Pansuri menjadi PPK tanpa disertai sertifikasi pengadaan barang dan jasa.

Pada gelaran sidang lanjutannya, Kamis 5 Agustus 2021 ini, Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Kota Metro menghadirkan beberapa saksi untuk dimintai keterangannya di hadapan Majelis Hakim Tipikor PN Tanjungkarang, yang diketuai oleh Hakim Ketua Hendro Wicaksono.

Salah satu saksi yang didudukan di persidangan kali ini, adalah Leo M Hutabarat, selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, dan merupakan orang yang menunjuk dan merekomendasikan Pansuri menjadi Kuasa Pengguna Anggaran, serta Pejabat Pembuat Komitmen dalam kegiatan Rehab Pasar Cendrawasih Metro.

Penunjukan Pansuri menjadi PPK dalam kegiatan tersebut, pada akhirnya menjadi pintu masuk dirinya untuk melakukan perbuatan pelanggaran pasal Korupsi, dan menjadikannya sebagai terdakwa pada perkara ini.

Baca Juga : Kerugian Negara Pasar Cendrawasih Dibayar Lusa

Hakim menilai tugas yang dibebankan kepada terdakwa telah bermasalah sejak awal, lantaran Pansuri nyatanya tidak memiliki sertifikasi kompetensi pengadaan barang dan jasa, yang menjadi syarat mutlak yang dimiliki oleh seorang pejabat pembuat komitmen pada sebuah kegiatan pengadaan.

“Kepada saksi Pak Leo, bapak tunjuk seseorang jadi PPK enggak tahu kalau ada keharusan memiliki sertifikasi barang dan jasa, Bapak Kepala Dinas loh,” tanya Hakim Edi Purbanus.

Pertanyaan dari Hakim yang merupakan seorang mantan Kepala Pengadilan Militer itu pun segera ditanggapi oleh Leo Hutabarat, sembari sejenak berpikir ia menjelaskan apa yang diketahuinya selama ini.

“Saya hanya mengacu sesuai pada Surat Edaran Mendagri, pada waktu itu saat mau ada kegiatan saya hanya mengajukan Pansuri setelahnya keluar SK Walikota,” jelas Leo M Hutabarat.

Diketahui dalam perkara korupsi ini, dua orang menjadi terdakwa dan disidangkan, yakni Pansuri selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kegiatan di Dinas Perdagangan Kota Metro, dan Suyitno selaku pelaksana proyek rehabilitasi pasar Cendrawasih.

Keduanya disangkakan telah bekerjasama dalam melakukan pengaturan pemenangan lelang proyek, yang akhirnya mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp481.679.103,19 (Empat ratus delapan puluh satu juta enam ratus tujuh puluh sembilan ribu seratus tiga rupiah sembilan belas sen).

  • Bagikan