KIRKA – KPK telah terima 97 laporan Pengaduan Masyarakat atau Dumas tentang dugaan perbuatan Tindak Pidana Korupsi yang diduga terjadi di Provinsi Lampung.
97 laporan Dumas korupsi di Provinsi Lampung yang KPK terima itu dihitung sejak Januari Tahun 2023 sampai dengan Oktober Tahun 2023.
Data tentang laporan Dumas korupsi khusus dari Provinsi Lampung ini mengemuka ketika Ketua KPK Sementara periode 2019-2024 Nawawi Pomolango memberikan laporannya di hadapan Presiden Joko Widodo.
Untuk informasi, laporan dari Nawawi Pomolango ke Presiden Joko Widodo ini diutarakan dalam kegiatan peringatan puncak Hari Anti Korupsi Dunia atau Hakordia Tahun 2023 yang berlangsung pada Selasa, 12 Desember 2023.
Berdasarkan pengamatan KIRKA.CO, ketika menyampaikan laporannya Nawawi Pomolango terlihat tidak mengulas tentang jumlah laporan Dumas korupsi yang KPK terima itu di hadapan Presiden Joko Widodo.
Hanya saja, data tentang laporan Dumas korupsi itu muncul pada siaran langsung yang KPK tayangkan lewat akun Youtube resminya.
Baca juga: Direktur Dumas KPK Jadi Saksi di Penyidikan SYL Diperas
Dalam data yang muncul, laporan Dumas korupsi tertinggi yang berasal dari masyarakat dan diterima KPK tersebut berada pada wilayah Jakarta.
Total laporan Dumas korupsi di Jakarta sebanyak 608 laporan.
Ditelusuri lewat laman resmi KPK, lembaga antirasuah itu telah merinci laporan Dumas korupsi dari Provinsi Lampung setiap bulannya pada Tahun 2023 ini.
Berikut rincian laporan Dumas korupsi yang KPK terima di tiap bulannya berdasarkan kategori wilayah, khususnya dari Provinsi Lampung:
Januari: 9 laporan.
Februari: 11 laporan.
Maret: 13 laporan.
April: 5 laporan.
Mei: 8 laporan.
Juni: 11 laporan.
Juli: 9 laporan.
Agustus: 14 laporan.
September: 7 laporan.
Oktober: 10 laporan.
November: Belum terdata.
Desember: Belum terdata.
Baca juga: Suharso Monoarfa Tercatat Sebagai Terlapor di Direktorat Dumas KPK
Jika ditotal, KPK sejak Januari Tahun 2023 sampai dengan Oktober Tahun 2023 telah menerima laporan Dumas korupsi yang diduga terjadi di Provinsi Lampung sebanyak 97 laporan.
Sebelumnya, KPK menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan proses Telaah terhadap 1.367 laporan Dumas.
Proses Telaah itu KPK lakukan sejak Januari sampai Agustus 2023.
Hal ini dikemukakan Direktur pada Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat di Kedeputian Bidang Informasi dan Data KPK Tomi Murtomo pada Jumat, 8 September 2023 lalu.
Tomi menyampaikan lagi bahwa KPK sudah menerima 3.544 laporan Dumas.
Beberapa laporan Dumas itu, lanjutnya, telah dilakukan proses Verifikasi, Telaah hingga Diarsipkan.
Baca juga: Dumas Korupsi di Gorontalo ke KPK Hanya 14 Laporan
Adapun laporan Dumas yang dilakukan proses Verifikasi oleh KPK sebanyak 2.994.
Dan laporan Dumas yang dilakukan proses Pengarsipan oleh KPK karena laporannya tidak lengkap sebanyak 1.620.
”Sampai dengan Juni ada 2.707 pengaduan. Dan sekarang sampai dengan Agustus kita ada 3.544.
Nah dari 3.544 itu, menurut kanalnya tetap yang paling banyak surat,” beber Tomi Murtomo.
”2.994 pengaduan telah diverifikasi. Dari ribuan pengaduan yang diverifikasi, 1.367 telah ditelaah.
Yang diarsip 1.620, karena mungkin data dokumen nggak ada. Nomor telepon nggak ada yang bisa kita tanyain untuk lengkapi [Laporan],” timpalnya.
Baca juga: KPK Pernah Terima Aduan Korupsi Pengadaan Sapi Kementan
Dia menerangkan bahwa keberhasilan penanganan perkara di KPK lewat pengaduan masyarakat juga ditentukan oleh kerahasiaan substansi perkara dari pelapor.
“Nah jadi bahwa kita selalu mengimbau, itu selalu karena itu juga kita melihat bahwa keberhasilan penanganan perkara korupsi, berhasil tidaknya itu tergantung dari bocor atau tidaknya informasi,” pungkasnya.






