Kirka – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Barat masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan.
Mengusung target tinggi, nahkoda baru otoritas olahraga Bumi Sekala Bekhak ini langsung memformulasikan strategi pembinaan jangka panjang demi menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2028.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, di Gedung Lamban Pancasila, Liwa, Rabu, 6 Mei 2026.
Dalam momentum tersebut, Muhammad Irfan Fadilla Mabsus secara resmi menerima mandat untuk memimpin gerbong olahraga Lampung Barat selama empat tahun ke depan.
Dalam arahannya, Taufik Hidayat menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari proses seremonial, melainkan awal dari kerja keras yang nyata.
Ia meminta kepengurusan baru segera memetakan potensi cabang olahraga (cabor) prioritas secara terstruktur untuk mendongkrak raihan prestasi di level regional maupun nasional.
“Agenda olahraga ke depan sangat padat. Pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan.
“Harus ada cetak biru yang terarah, berkesinambungan, dan terukur,” ujar Taufik.
Mantan Kepala Bappeda Provinsi Lampung itu mengingatkan, eskalasi persiapan menuju PON 2028 sudah mulai bergerak.
Terlebih, Lampung kini tengah bersiap mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama untuk perhelatan akbar PON XXII pada 2032 mendatang.
“Prestasi adalah muara dari tata kelola yang baik. Kesiapan daerah untuk menyokong target besar provinsi harus dipersiapkan secara matang sejak hari ini,” imbuhnya.
Senada dengan visi tersebut, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menaruh ekspektasi tinggi pada kepemimpinan Irfan Fadilla.
Ia mendorong KONI Lampung Barat menanggalkan mentalitas sekadar berpartisipasi dan mulai fokus melahirkan kluster atlet elite yang kompetitif di kancah nasional.
“Fokus utama pengurus harus kembali pada khitah pembinaan atlet lokal.
“Kita ingin talenta-talenta asli Lampung Barat ini mendapat porsi pelatihan yang layak agar mampu berbicara banyak di pentas nasional,” tegas Parosil.
Selain aspek teknis di lapangan, Parosil juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi segitiga antara KONI, pemerintah daerah, dan media massa.
Baginya, publikasi yang konsisten dan positif tidak hanya menjadi stimulus moral bagi para atlet yang tengah berjuang, tetapi juga sebagai instrumen transparansi publik atas perkembangan olahraga di daerah.






