Kirka – Kontingen atletik Provinsi Lampung tampil gemilang di ajang Kejuaraan Atletik Jawa Timur (Jatim) Open 2026.
Meski hanya mengirimkan empat perwakilan, skuad ini tampil sangat efektif dengan memborong total empat medali, yakni 1 emas dan 3 perak.
Ajang berskala nasional tersebut berlangsung di Lapangan Atletik Oentoeng Poedjadi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada 1 hingga 3 Mei 2026.
Sorotan utama tertuju pada dominasi kontingen Lampung di nomor Lontar Martil putra pada hari kedua perlombaan.
Atlet andalan Intan Group Athletic Lampung, Dedi Yusuf, kembali membuktikan kelasnya sebagai jawara PON 2024.
Dedi sukses merebut medali emas setelah menorehkan lontaran sejauh 51,86 meter.
Dominasi makin sempurna setelah rekan se-daerahnya, Malik Ibrahim, mengamankan medali perak di posisi kedua dengan catatan 50,37 meter.
Keduanya memaksa M. Yudan dari PASI Kota Kediri harus puas dengan medali perunggu lewat lontaran sejauh 41,72 meter.
Sebelumnya, pada perlombaan hari pertama, Malik Ibrahim juga telah menyumbang satu medali perak untuk Lampung dari nomor Lempar Cakram putra.
Selain atlet senior, pembinaan regenerasi atletik Lampung juga menunjukkan hasil positif.
Pada hari terakhir perlombaan, 3 Mei, Landrycus Bryan Vrilliyano yang turun di Kelompok Umur (KU) 18 berhasil menyabet medali perak di nomor Lari Gawang 110 meter putra.
Bryan memberikan perlawanan sengit di lintasan dengan catatan waktu 14,86 detik, terpaut 0,40 detik dari pelari SARS Jatim, Fandofa Aditya Javas (14,46 detik) yang meraih emas.
Sementara medali perunggu diamankan Ainul Yaqi Ahmad Aris dari PASI Mojokerto (14,99 detik).
Adapun satu wakil muda Lampung lainnya, Muhammad Hafiz, yang turun di nomor 5.000 meter Jalan Cepat U-18 telah tampil maksimal meski belum menembus zona medali pada kejuaraan kali ini.
Pelatih Atletik Lampung, Okriyandi, menyebut ajang Jatim Open 2026 ini sebagai uji kemampuan krusial pasca libur Ramadan dan Idul Fitri.
“Hasilnya sudah bagus, tapi akan tetap kami evaluasi mendalam.
“Target sesungguhnya adalah PON 2028, kita ingin pencapaiannya lebih tajam dan bisa memecahkan rekor nasional,” tegas Okriyandi, Minggu, 3 Mei 2026.
Senada, Pelatih U-18 Andre Hariwibowo menilai keikutsertaan atlet muda ini adalah jam terbang yang sangat penting.
“Usia mereka masih 17 tahun dan ini persaingan nasional pertama mereka.
“Bryan tampil luar biasa, dan Hafiz punya potensi besar yang akan terus kita tempa. Ini modal penting menuju PON 2032 saat Lampung menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Keberhasilan skuad atletik juga tak lepas dari peran pihak swasta.
Pimpinan Intan Group, Jeremy Gozal, yang mendukung penuh keberangkatan tim menyatakan apresiasinya.
“Ini adalah investasi prestasi jangka panjang. Terima kasih kepada atlet dan pelatih yang bekerja keras membawa nama klub Lampung ke persaingan nasional yang ketat.
“Yang kurang diperbaiki, yang sudah baik terus ditingkatkan,” kata Jeremy.
Terpisah, Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Lampung terpilih periode 2026-2030, Dr. Gunawan Raka, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil sinergi yang sehat antara pelatih, atlet, dan para pemangku kepentingan.
“Prestasi tidak bisa diraih atlet sendirian. Jadi tambahan modal kekuatan kita. Sebelumnya kita sudah punya dua atlet di Pelatnas Asian Games, sekarang ditambah 4 potensi senior dan junior.
“Ke depan, persiapan program jitu untuk PON 2028 dan PON 2032 adalah hal yang mutlak,” pungkas Gunawan dari Kantor PASI Lampung, Way Halim, Bandarlampung.






