KIRKA – UTBK SBMPTN 2022 Itera diikuti sebanyak 2.918 peserta dan wajib vaksin, baik dosis lengkap maupun booster.
Total peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di ITERA tersebut terdiri dari 2.031 peserta Saintek, 649 peserta Soshum, dan 238 peserta Campuran.
Baca Juga : Itera Mengajak Saksikan Live Streaming Pengamatan Hilal 1 Syawal 1443 H
Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyiapkan 600 unit komputer di Komplek Gedung Kuliah Umum (GKU) dan Gedung Laboratorium Teknik (GLT).
Komputer yang digunakan sesuai persyaratan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk pelaksanaan UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2022.
UTBK SBMPTN 2022 Itera akan dilaksanakan pada 17-19 Mei dan 21 Mei 2022.
Koordinator Pelaksana UTBK Itera, Alviyanda ST MT, dalam keterangannya menyampaikan peserta Saintek akan mengikuti sesi ujian di GLT 1, peserta Soshum di GLT 2, dan peserta Campuran di GKU.
“Saat mengikuti UTBK, seluruh peserta diwajibkan membawa kartu peserta ujian, e-KTP, dan fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi dari pihak sekolah,” ujar Alviyanda.
Bagi peserta ujian yang belum memiliki e-KTP dapat digantikan dengan surat perekaman e-KTP atau akta kelahiran.
Sementara siswa SMA/SMK/MA Kelas XII yang belum memiliki ijazah juga dapat digantikan dengan Surat Keterangan Siswa Kelas XII dari sekolah asal yang dilengkapi pasfoto serta ditandatangani dan dicap oleh pihak sekolah.
“Peserta juga harus datang ke Itera paling lambat 30 menit sebelum memasuki ruangan. Sebab bagi peserta yang datang terlambat tidak diperbolehkan mengikuti ujian,” tegas dia dalam keterangannya.
Alviyanda menambahkan pelaksanaan UTBK SBMPTN 2022 Itera akan menerapkan protokol kesehatan dengan berkoordinasi bersama Satgas Covid-19 Provinsi Lampung.
“Seluruh peserta diwajibkan menggunakan masker, membawa handsanitizer, dan memastikan suhu tubuh di bawah 37 derajat Celcius,” kata dia.
Baca Juga : Tiga Nama Calon Rektor Itera Diserahkan ke Kemdikbud-Ristek
Para peserta UTBK SBMPTN 2022 Itera juga diwajibkan mengaplikasikan PeduliLindungi.
“Selain itu, peserta ujian yang berasal dari daerah lokal minimal telah mendapatkan vaksin kedua dan peserta ujian yang berasal dari luar Provinsi Lampung telah melakukan vaksin booster,” tutup dia.






