Percepatan Lelang 14 Wilayah Panas Bumi 2026, Danau Ranau Jadi Andalan Lampung

Percepatan Lelang 14 Wilayah Panas Bumi 2026, Danau Ranau Jadi Andalan Lampung
Ilustrasi infrastruktur energi bersih geothermal. Foto: Arsip Wiki/Kirka/I

Kirka – Pemerintah terus menggenjot realisasi swasembada energi nasional.

Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jadwal lelang 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) diputuskan maju ke 2026 ini.

Langkah strategis diambil guna menekan beban subsidi listrik PLN yang kini menembus Rp233 triliun per tahun.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memandang kebijakan percepatan sebagai langkah tepat.

Menurutnya, pemanfaatan energi panas bumi dipastikan ikut menggerakkan roda ekonomi kawasan penghasil.

“Investasi infrastruktur energi berskala besar selalu menciptakan efek berganda. Jalurnya jelas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan usaha lokal, sampai bertambahnya pendapatan asli daerah,” kata Mahendra, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dari belasan WKP yang masuk daftar lelang, proyek Danau Ranau menjadi andalan utama.

Lokasinya membentang di perbatasan Kabupaten Lampung Barat dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.

Merujuk hasil survei Badan Geologi, cadangan energi di kawasan perbatasan berpotensi menghasilkan listrik hingga 42,6 Megawatt (MW).

Kapasitas pengembangannya sendiri direncanakan pada rentang 20-40 MW.

Proyek bernilai investasi USD 214–228 juta ditargetkan masuk masa operasi komersial pada 2032 mendatang.

Pengumuman jadwal baru lelang sebelumnya disampaikan pada ajang Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE), Selasa, 20 Agustus 2026.

Target RUPTL 2025–2034 sengaja dipercepat mengingat karakteristik panas bumi sangat cocok sebagai pasokan beban dasar (baseload) kelistrikan.

Pembangkit sanggup beroperasi 24 jam nonstop menggantikan peran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel.

Kementerian ESDM memperkirakan tahap konstruksi WKP Danau Ranau kelak menyerap 175 tenaga kerja langsung.

Angka pelibatan pekerja lapangan non-formal diproyeksikan bisa menembus 1.051 orang.

Guna menarik minat investor, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjanjikan kemudahan aturan main.

Proses lelang disederhanakan menjadi satu tahap secara daring lewat revisi regulasi.

Bukti nyata sumbangsih sektor panas bumi sudah terlihat nyata di tingkat nasional.

Serapan tenaga kerja ahlinya mencapai 5.200 orang, ditambah 870 ribu pekerja tidak langsung.

Presiden Direktur PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yani, menceritakan operasional PGE di Kamojang, Garut, yang sukses memunculkan pusat ekonomi warga selama 40 tahun terakhir.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Lampung bersiap menyambut kelanjutan proyek.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, menegaskan komitmen penuh daerah atas lelang ulang WKP Danau Ranau yang sempat mandek sejak 2011 silam.

Mahendra kembali mengingatkan keuntungan langsung bagi daerah.

Pemda dipastikan mengantongi Dana Bagi Hasil (DBH) beserta bonus produksi secara rutin.

“Satu proyek PLTP saja sanggup menyetor DBH hingga Rp2 miliar setahun langsung ke kas daerah.

“Hadirnya 14 WKP baru kelak jelas akan mendongkrak porsi energi bersih nasional yang sekarang baru berada di level 15,23 persen dari target 23 persen,” tutup Mahendra.