Kirka – Pembangunan fasilitas pengolahan komoditas oleh Sungai Budi Group di Provinsi Lampung tidak berhenti pada urusan korporasi semata.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut lompatan agroindustri ke ranah hilir berhasil menyelamatkan denyut nadi ekonomi pedesaan.
Bayangkan, saban hari, ribuan ton singkong dan tandan buah segar kelapa sawit merayap masuk kawasan pabrik.
Lalu-lalang kendaraan berat membawa berkah berganda bagi lingkungan sekitar.
Warung makan, toko onderdil, sampai bengkel kendaraan yang berderet di sepanjang jalan akses turut mendulang rezeki.
Putaran uang warga terjadi tanpa henti dari pagi hingga malam.
“Hilirisasi bukan sekadar kalkulasi nilai ekspor di atas kertas.
“Ada rantai pasok panjang yang meneteskan kesejahteraan ke lapis paling bawah masyarakat,” urai Mahendra di Bandarlampung, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kondisi di lapangan membenarkan analisa sang pemerhati.
Bagi Suparman (52), petani plasma di Kabupaten Lampung Tengah, keberadaan instalasi pengolahan merupakan jaminan kelangsungan usaha tani.
Ia tak lagi dihantui ancaman harga jual yang hancur berkeping-keping saat musim panen raya tiba.
“Kepastian pabrik beroperasi dan siap menampung hasil kebun adalah segalanya bagi kami.
“Coba kalau petani hanya bersandar pada penjualan bahan mentah tanpa ada pabrik tapioka, harga di tingkat bawah pasti jatuh hancur,” tutur pria paruh baya itu.
Lebih jauh, ekspansi industri skala besar turut diimbangi kesadaran ekologi.
Mahendra mencatat terobosan pengelolaan sisa produksi yang diterapkan perusahaan.
Pabrik kelapa sawit kini mengonversi limbah cair (POME) menjadi sumber energi biogas, sementara sisa perasan tapioka diubah menjadi pakan ternak padat gizi.
Adaptasi teknologi hijau membuktikan fondasi bisnis lokal mampu bersaing di level nasional tanpa harus menumbalkan kelestarian alam.
Mahendra meyakini sebuah transformasi besar sedang berjalan.
“Lampung sukses melepaskan label lama sebagai lumbung bahan mentah.
“Daerah kita sedang berproses menjadi pusat agroindustri modern yang memanusiakan petani dan punya daya saing tinggi,” tutupnya.






