Kirka – Waspada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Lampung kembali berstatus merah.
Terkini, sebanyak 27 titik panas atau hotspot baru saja terdeteksi menyebar cepat di lima kabupaten berbeda.
Berdasarkan pemutakhiran data Stasiun Meteorologi Radin Inten II, pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, Waykanan menjadi wilayah paling rawan.
Sembilan titik api bersarang di wilayah perbatasan, bahkan satu lokasi di Kampung Sukarame, Kecamatan Gunung Labuhan, sudah tembus ke level tingkat kepercayaan tinggi (high).
Artinya, potensi kobaran api di koordinat kawasan Sukarame bukan lagi sekadar indikasi panas biasa, melainkan menuntut pemadaman darat seketika sebelum meluas tak terkendali.
Ancaman serius lain datang dari Lampung Timur. Suhu ekstrem mulai merambat masuk ke kawasan pelestarian satwa liar.
Radar menangkap beberapa titik dengan tingkat kepercayaan menengah menyala persis di dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Selain dua kabupaten di atas, pantauan udara turut menemukan sebaran panas yang mengepung area Tulang Bawang, Lampung Tengah, dan Lampung Utara.
Otoritas cuaca langsung mengeluarkan peringatan dini.
Temuan puluhan hotspot merupakan hasil tangkapan satelit polar seperti NOAA20 dan MODIS yang aktif memantau perubahan temperatur ekstrem pada permukaan bumi secara real time.
“Satelit mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan sekitarnya yang memberikan gambaran lokasi wilayah berpotensi mengalami kebakaran hutan,” bunyi peringatan resmi BMKG Lampung melalui siaran datanya.
Kondisi cuaca yang kian terik jelas mempermudah penyebaran api.
Satuan tugas penanggulangan bencana di daerah kini berpacu dengan waktu.
Jika patroli tapak lambat menyisir area rawan dan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar masih dibiarkan, bukan mustahil bencana kabut asap akan kembali mengepung langit Sumatera.






