Menu
Precision, Actual & Factual

MAKI: Kejaksaan Harus Minta Maaf KarenaTerbukti Gagal Tangkap Satono

  • Bagikan
Kirka.co
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Foto Istimewa

KIRKAKoordinator MAKI Boyamin Saiman menyarankan agar Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung membuat pernyataan ke seluruh masyarakat di republik ini.

Poin dari pernyataan itu adalah, mengaku dan meminta maaf ke publik karena telah nyata-nyata terbukti gagal menangkap buronan atas nama Satono –mantan Bupati Lampung Timur.

Alasan mengapa kejaksaan terbukti gagal, ungkap Boyamin adalah, bahwa akhirnya Satono tutup usia di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Buronan yang paling dicari kejaksaan karena perbuatan korupsi itu, ujar Boyamin, nyata-nyata berdiam diri di Jakarta, di dekat markas besar kejaksaan.

“Mestinya mereka harus mengaku dan menyatakan gagal mengejar Satono. Satono ini kan sepintas kita tahu tinggal di Jakarta, bersembunyi di situ. Mestinya gampang terlacak dan mudah ditangkap. Dan juga barangkali tidak bepergian ke luar negeri.

Sekarang harus diakui, dan pada posisi tertentu menyatakan gagal dan lebih lanjut ya minta maaf. Itu yang paling minimalis,” ujar Boyamin saat dihubungi KIRKA.CO, Selasa malam, 13 Juli 2021.

Untuk diketahui, Satono tutup usia pada Senin kemarin, 12 Juli 2021. Kemudian dikebumikan di Lampung Timur.

Sebelumnya, Satono menjalani perawatan medis dan tinggal di rumah anak tertuanya di Jakarta.

Waktu demi waktu, perburuan Satono selaku menjadi hal yang paling diatensi menurut pihak kejaksaan. Kendati demikian, hingga saat ini, atensi tersebut belum terlaksana.

  • Bagikan