Perjumpaan Karomani dan Mardiana berlanjut hingga akhirnya anak dari Mardiana: lulus -setelah diinfokan Karomani ke Tamanuri lalu Tamanuri menghubungi Mardiana.
Di sisi lain, Mardiana mengaku dengan sadar menambahkan jumlah Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI): standar Rp250 juta menjadi Rp350 juta.
Karomani disebutnya menyatakan bahwa salah satu bahan pertimbangan untuk dapat lulus dan hal yang dilihat dari mahasiswa baru jalur SMMPTN ialah besaran SPI.
Pasca lulus, Mardiana mengaku menyetorkan uang sejumlah Rp367.500.000 melalui Bank BRI Raden Intan ke rekening Unila.
Karomani dalam kesaksian Mardiana mengajak Mardiana agar banyak-banyak bersedekah usai anaknya lulus.
Baca juga: Jaksa KPK Dian Hamisena Dibikin Kaget Saat Dengar Kesaksian Anggota DPRD Lampung Mardiana
Karomani kemudian disebut Mardiana berbicara bahwa tempat bersedekah yang tepat untuknya ialah gedung LNC. Kepada Mardiana, Karomani mengaku kalau gedung LNC itu bukan miliknya.
Di ajak Karomani melihat gedung LNC, Mardiana ditawari untuk menyumbang ke lantai 3 gedung LNC yang dalam kondisi kosong tanpa furniture.
Penyampaian Karomani ini direspons Mardiana dengan meminta kebijakan agar biaya SPI untuk anaknya dapat dicicil.
Ungkapan Mardiana ke Karomani di gedung LNC ini bertolak belakang dengan pengakuannya yang telah membayar biaya kuliah anaknya pasca dinyatakan lulus.
Pembayaran yang dilakukan Mardiana ini dibuktikannya dengan membawa bukti pengiriman uang sejumlah Rp367.500.000.
Baca juga: Anggota DPRD Lampung Mardiana Beberkan Cara Karomani Pamerkan Gedung Lampung Nahdliyin Center






