Kirka – Presiden Prabowo Subianto memecah kebuntuan birokrasi sektor pertanian lewat penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) terbaru.
Aturan anyar yang memberi wewenang penuh kepada Menteri Pertanian untuk mengatur BUMN Pangan dipandang sebagai manuver berani demi mempercepat terwujudnya swasembada.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut langkah Kepala Negara murni dilandasi niat politik yang kuat demi kepentingan rakyat.
Menurutnya, pemusatan komando di bawah satu kementerian merupakan jalan keluar atas persoalan ego sektoral yang kerap membelit pemerintahan.
“Prabowo menunjukkan ketajaman visi dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.
“Keputusan menyerahkan kendali penuh ke tangan Mentan membuktikan komitmen pemerintah mendobrak batasan birokrasi demi kemaslahatan publik,” ujar Mahendra, Minggu, 19 April 2026.
Mengutip pandangan Ronald Heifetz soal kepemimpinan adaptif, Mahendra melihat Presiden jeli mendiagnosis akar masalah kelangkaan maupun fluktuasi harga bahan pokok.
Solusinya adalah merombak struktur lama. Gaya kepemimpinan berorientasi hasil akhirnya muncul, menyingkirkan sekat-sekat yang kerap menghambat penyaluran program ke level bawah.
Penunjukan Amran Sulaiman sebagai dirigen eksekutor juga dipandang sangat pas.
Publik mengenal sang menteri sebagai figur pekerja keras yang lebih sering berkeringat di sawah ketimbang duduk manis di kantor.
Kehadiran Inpres praktis memberi peluru tambahan bagi Amran untuk menyinergikan gerak perusahaan pelat merah dengan program kementerian.
Kemampuannya memobilisasi sumber daya serta memotong jalur distribusi panjang merupakan modal berharga untuk menyukseskan program kedaulatan pangan.
Lewat komando tunggal, rantai pasok dari hulu ke hilir dipastikan jauh lebih efisien.
Kapasitas gudang serta jaringan distribusi logistik milik BUMN akan bergerak serempak di bawah arahan Kementerian Pertanian.
Ujung dari penyatuan kekuatan tentu bermuara pada kesejahteraan petani.
Kepastian harga beli dan penyerapan hasil panen yang maksimal menjadi jaminan nyata ketika masa panen raya tiba.
“Sementara bagi konsumen atau masyarakat luas, ketersediaan bahan pokok di pasar akan lebih terjaga kestabilannya,” ungkap Mahendra.
Sinergi ketegasan Prabowo dan kelihaian eksekusi Amran di lapangan menjanjikan masa depan cerah bagi kemandirian pangan nasional.
“Harapan besar kini bertumpu pada kolaborasi dua tokoh yang bekerja pada momentum yang tepat demi memajukan pertanian Indonesia,” pungkasnya.






