GAK Masih Bergejolak, Karang Taruna Lampung Bangun Posko Siaga di Bakauheni

GAK Masih Bergejolak, Karang Taruna Lampung Bangun Posko Siaga di Bakauheni
Aksi nyata Karang Taruna di posko bantuan, dari layanan kesehatan hingga bagi-bagi masker untuk warga. Foto: Arsip Karang Taruna/Kirka/Iz

Kirka – Merespons aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang belum mereda, Karang Taruna Provinsi Lampung resmi mendirikan posko kewaspadaan bencana di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu, 12 September 2026.

Pendirian posko menjadi langkah taktis organisasi kepemudaan setelah sepekan terakhir aktif menyisir pemukiman warga untuk membagikan masker pelindung dari paparan abu vulkanik.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi menyatakan, pusat bantuan darurat disiapkan untuk memastikan masyarakat mendapat pendampingan kesehatan selama fase erupsi.

“Posko yang kita dirikan diisi berbagai kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian susu dan biskuit, masker, hingga sosialisasi pedoman keselamatan kepada masyarakat,” kata Wahrul saat memimpin langsung kegiatan di lokasi.

Langkah mitigasi juga tidak hanya dipusatkan di satu titik.

Relawan Karang Taruna dikerahkan untuk mendatangi sekolah-sekolah di sekitar Bakauheni guna memberikan edukasi langsung kepada para pelajar.

“Kita ingin masyarakat tetap tenang menghadapi ketidakpastian erupsi GAK. Tapi tentu harus selalu waspada,” tegasnya.

Untuk memaksimalkan jangkauan, Wahrul memastikan posko dan layanan keliling akan terus beroperasi beberapa hari ke depan.

Tim relawan dijadwalkan menyambangi pusat keramaian seperti pasar tradisional, hingga menyasar pengendara yang melintas di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

Aksi tanggap darurat kepemudaan langsung mendapat sokongan dari pucuk pimpinan daerah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Budisatrio Djiwandono merespons positif inisiatif lapangan para pemuda.

“Pak Gubernur dan Ketua Umum sangat mengapresiasi serta mendukung penuh gerakan kemanusiaan kita,” tutup Wahrul.