KIRKA – Akademisi Universitas Lampung, Mochamad Iwan Satriawan SH MH prediksi parpol baru sulit lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 karena tidak memiliki akar rumput yang jelas dan tokoh yang mengakar di masyarakat.
Baca Juga : Sipol Mempermudah Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2024
Dosen Hukum Tata Negara Universitas Lampung ini menjelaskan berdasarkan pengalaman dan hasil riset, parpol baru akan sulit bertahan atau lolos parliamentary threshold apabila tidak mampu menempatkan caleg-caleg yang merakyat di semua tingkatan.
“Sedangkan caleg-caleg yang dikenal oleh rakyat, sekarang rata-rata sudah dimiliki oleh partai-partai besar yang selalu konsisten lolos parliamentary threshold tingkat DPR,” kata Iwan Satriawan di Bandar Lampung pada Jumat, 29 Juli 2022.
Sejak Pemilu 1999 hingga Pemilu 2019, partai politik yang konsisten lolos parliamentary threshold ke Senayan sudah memiliki basis massa atau akar rumput.
Seperti PKB (Nahdliyyin), PAN (Muhammadiyah), PKS (Gerakan Dakwah Kampus).
“Golkar di luar Pulau Jawa masih sangat mengakar meskipun di Pulau Jawa agak limbung. PDIP dengan akar rumput yang bergantung pada sosok Soekarno di daerah,” kata Iwan Satriawan.
Pada Pemilu 2019, ada sembilan parpol yang lolos ambang batas parlemen sebesar empat persen ke Senayan yaitu PDIP (19,33), Golkar (12,31), Gerindra (12,57), PKB (9,69), NasDem (9,05), PKS (8,21), Partai Demokrat (7,77), PAN (6,84), PPP (4,52) persen.
Wakil Sekretaris PWNU Lampung ini memprediksi parpol yang lolos parliamentary threshold dengan mengandalkan ketokohan pemimpin mereka tanpa adanya akar rumput, juga tidak akan bertahan lama di Senayan.
Misalnya Gerindra (Prabowo Subianto), NasDem (Surya Paloh), Demokrat (SBY).
Ketiga partai pecahan Golkar ini tidak punya akar rumput hanya mengandalkan ketokohan pemimpin mereka.
“Partai baru tidak cukup hanya punya tokoh kharismatik, tapi harus punya akar rumput yang jelas. Soalnya kalau hanya tokoh kharismatik kan ada batasnya, ada masanya juga,” ujar Iwan Satriawan.
Kemudian, lanjut dia, parpol baru juga akan sulit lolos ke Senayan jika hanya mengandalkan pendanaan yang besar. Seperti halnya Partai Berkarya (Tommy Soeharto) dan Perindo (Harus Tanoesoedibjo).
“Jadi sebetulnya pendanaan itu nomor dua, nomor satu yang dilihat masyarakat adalah ketokohan yang dicalonkan. Saat ini, partai-partai baru hanya tinggal mengambil remahan orang-orang terbuang dari partai utama tadi,” jelas dia.
Hingga Selasa, 12 Juli 2022, malam, KPU mengumumkan sudah terdapat 38 partai politik nasional dan 7 partai politik lokal Aceh yang permohonan akses Sipol-nya diterima.
Baca Juga : Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2024 Wajib Memenuhi Persyaratan Berikut
Dari 38 partai politik nasional yang telah diberi akses Sipol, 9 di antaranya adalah peserta Pemilu 2019 yang lolos ambang batas parlemen.
“Prediksi saya, dari 38 partai baru yang daftar di Sipol, partai yang lolos antara 9-10, kecuali kalau parliamentary threshold dinaikkan menjadi 5-6 persen, bisa jadi PPP akan lewat. Di tahun 2019 kan PPP ini kan tipis sekali hanya 4,52 persen,” tutup Iwan Satriawan.






