Popularitas Tokoh Politik Indonesia di Media Sosial

Popularitas Tokoh Politik Indonesia di Media Sosial
Popularitas Tokoh Politik di Indonesia periode 1-17 Oktober 2022.

KIRKA – Founder of Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, merekam popularitas tokoh politik Indonesia di media sosial dan media online sejak 1-17 Oktober 2022.

“Popularitas Anies Baswedan paling tinggi, baik dari sisi pemberitaan maupun perbincangan media sosial,” ujar dia seperti dikutip dari akun Twitternya @ismailfahmi pada Selasa, 24 Oktober 2022.

Popularitas Anies disusul Ganjar Pranowo di posisi kedua, dan Erick Thohir di posisi ketiga.

“Sedangkan Sandiaga Uno dan Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling minim popularitasnya,” kata Fahmi.

Drone Emprit mencatat perbincangan warganet terkait Anies di media sosial disesaki oleh pertukaran narasi dari kubu yang pro maupun yang kontra.

“Bahkan dari analisis emosi, perbincangan Anies didominasi oleh luapan kemarahan dari kedua kubu,” ujar dia.

Kata-kata berasosiasi positif yang melekat dengan capres dari NasDem itu di antaranya adalah “Jakarta, DKI, Gubernur”.

“Hal itu merujuk pada pelepasan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta,” kata dia.

Adapun kata-kata negatif yang dilekatkan pada Anies di antaranya “Heru, Budi, sebelumnya”.

Kata-kata itu merujuk pada penunjukan Pj Gubernur DKI yang dinilai mengembalikan kebijakan-kebijakan positif Pemda DKI pada masa Ahok.

Popularitas Ganjar Pranowo dan Erick Thohir juga padat dengan pertukaran narasi dari kubu pro maupun kontra di media sosial. 

Percakapan positif terhadap Ganjar, jelas Fahmi, terutama didorong juga dari netizen yang banyak membicarakan Erick Thohir.

“Dari analisis emosi, perbincangan terkait Ganjar didominasi oleh antisipasi dan senang,” ujar dia.

Penyumbang utama emosi antisipasi yakni doa dan harapan agar Ganjar dan Erick dapat melanjutkan pemerintahan Jokowi.

Fahmi menyebutkan beberapa kata yang memiliki asosiasi positif terhadap Gubernur Jawa Tengah itu adalah “Jokowi, Prabowo, baik”.

“Yang merujuk pada dukungan Jokowi terhadap Ganjar untuk maju Pilpres 2024,” kata Fahmi.

Sedangkan asosiasi negatif terhadap Ganjar dia antaranya “Anies,si, dipermalukan”, yang merujuk pada perdebatan antara pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Sementara, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi tokoh terfavorit dengan nada positif sebesar 96 persen.

“Disusul Susi Pudjiastuti dan Erick Thohir yang masing-masing mendulang 94 persen sentimen positif,” ujar Fahmi.

Beberapa asosiasi positif terhadap Muhaimin adalah “Santri, Panglima, gus”.

Di lain pihak, tokoh dengan perolehan negatif tertinggi adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 25 persen.

“Asosiasi sentimen negatif tertinggi AHY adalah AHYBauKencur, DemokratKoruptor, HambalangMangkrak,” kata dia.

Menurut Fahmi, sebagian besar asosiasi negatif pada AHY berupa kampanye yang sengaja diangkat dengan terstruktur dan masif.

Dukungan bagi tokoh politik, Anies Baswedan dan AHY, semakin menguat untuk berduet sebagai Capres dan Cawapres Indonesia pada Pemilu 2024 mendatang.

Peta Social Network Analysis (SNA) Drone Emprit menunjukkan klaster Anies Baswedan dan AHY terlihat semakin lebur.

“Dukungan dari AHY dan kader Demokrat pada Anies terlihat sangat kuat, selain juga makin masifnya dorongan menduetkan ABW-AHY pada Pilpres 2024,” jelas Fahmi.

Beberapa narasi yang cukup banyak diangkat adalah terkait religius-nasionalis dan sipil-militer.

Peta SNA juga menunjukkan munculnya gerakan yang menduetkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Erick Thohir pasca pertemuan empat mata keduanya.

“Prabowo Subianto disebut sebagai tokoh yang kuat menjadi Capres 2024,” kata dia.

Asosiasi positif pada Prabowo di antaranya adalah “Bapak, Presiden, selamat”, yang merujuk pada ucapan selamat ultah dan doa bagi Prabowo menjadi Presiden 2024.

“Sedangkan asosiasi negatif terhadap Prabowo di antaranya “mending, masanya, musuh-musuhan”, yang merujuk pada penilaian publik bahwa kesempatan emas Prabowo menjadi Presiden telah lewat,” ujar Fahmi.

Berikut popularitas tokoh politik Indonesia di media sosial dan di media online berdasarkan mention:

  1. Anies Baswedan (895.375);
  2. Ganjar Pranowo (203.671);
  3. Erick Thohir (123.884);
  4. AHY (105.723);
  5. Prabowo Subianto (53.509);
  6. Ridwan Kamil (37.551);
  7. Puan Maharani (34.996);
  8. Andika Perkasa (33.454);
  9. Susi Pudjiastuti (30.068);
  10. Muhaimin Iskandar (28.947);
  11. Airlangga Hartarto (14.243);
  12. Sandiaga Uno (9.149).

Sementara tokoh politik Indonesia dengan jumlah pengikut terbanyak di berbagai platform media sosial adalah:

  1. Ridwan Kamil;
  2. Prabowo Subianto;
  3. Sandiaga Uno;
  4. Ganjar Pranowo;
  5. Anies Baswedan;
  6. Susi Pudjiastuti;
  7. AHY;
  8. Erick Thohir;
  9. Muhaimin Iskandar;
  10. Puan Maharani;
  11. Airlangga Hartarto;
  12. Andika Perkasa.

Baca Juga: AJI Indonesia Sebut Platform Digital Tantangan Terbesar di Pemilu 2024