AJI Indonesia Sebut Platform Digital Tantangan Terbesar di Pemilu 2024

AJI Indonesia Sebut Platform Digital Tantangan Terbesar di Pemilu 2024
Ketua Umum AJI Indonesia, Sasmito, saat menghadiri Konferta IX AJI Bandar Lampung Tahun 2022 di PKBI Lampung pada Sabtu (16/7). Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – AJI Indonesia sebut platform digital tantangan terbesar di Pemilu 2024.

Hal itu disebabkan belum adanya regulasi secara nasional yang mengatur pengguna media sosial atau platform digital dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Baca Juga : Dian Wahyu dan Yoga M Nugroho Nakhodai AJI Bandar Lampung

“AJI lebih kepada menyebutnya platform digital bukan media sosial. Karena yang namanya media sosial itu gratis, tapi di media sosial kita itu ada industri di dalamnya karena ada keuntungan besar,” ujar Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Sasmito, di Bandar Lampung, pada Sabtu, 16 Juli 2022.

“Regulasi kita secara nasional belum mengatur platform digital. Dewan Pers tidak mengarah ke sana, baru terkait pengaturan bisnisnya, tapi untuk aturan pemilu juga belum ada,” kata dia lagi.

Sasmito menegaskan platform digital perlu menjadi perhatian bersama karena belajar pada pemilihan Presiden Filipina, Senin, 9 Mei 2022 lalu, keluarga diktator Marcos, Ferdinand Marcos Jr memenangkan pemilu lewat propaganda di Facebook, YouTube, dan Tiktok.

Selain itu, dari Pemilu 2019 lalu platform digital di Indonesia juga ramai dengan ujaran kebencian dan politik identitas yang masih terasa hingga saat ini.

“Mau tidak mau ekosistemnya kan harus dibuat lebih sehat, dalam artian pemilik platform digital diajak berbicara untuk memantau konten-konten yang beredar,” ujar Sasmito.

AJI Indonesia, lanjut dia, saat ini menjadi Koordinator Cek Fakta yang merupakan inisiatif dari berbagai perusahaan media dan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia).

Mafindo adalah organisasi kemasyarakatan yang bertujuan menyosialisasikan bahaya informasi bohong.

“Jadi Cek Fakta ini kolaborasi perusahaan media dengan masyarakat sipil. Tahun ini kita berharap meningkatkan, ada 100 perusahaan media yang bisa bergabung melakukan Cek Fakta,” kata dia.

Baca Juga : AJI Bandar Lampung Soroti Kasus Kekerasan Jurnalis 

Kemudian AJI Indonesia juga berencana menggandeng platform digital bekerja sama untuk menjernihkan terkait informasi Pemilu 2024 di platform masing-masing.

“Harapannya akan semakin meminimalisir peredaran informasi hoaks di media sosial itu,” tutup dia.